Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Kalimantan dan Sumatra, dilaporkan mulai berdampak sangat serius pada sektor transportasi udara. Bencana kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan tersebut kini telah menyebar luas dan mengganggu ruang udara di kedua pulau tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena asap tebal secara langsung memengaruhi keselamatan perjalanan udara, yang merupakan salah satu sarana transportasi vital bagi mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Gangguan ini memicu dampak berantai terhadap jadwal perjalanan masyarakat serta operasional maskapai penerbangan di wilayah-wilayah terdampak.
Dampak yang paling nyata dari pekatnya kabut asap ini adalah terganggunya jarak pandang atau visibilitas yang sangat krusial bagi kelancaran operasional penerbangan. Karena kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut sangat tebal, jarak pandang pilot menjadi sangat terbatas dan berbahaya untuk melakukan aktivitas penerbangan. Akibatnya, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan. Tidak hanya pembatalan jadwal, aktivitas penerbangan di beberapa titik juga terpaksa dihentikan sementara waktu karena kondisi udara dan cuaca yang buruk dinilai tidak memungkinkan untuk navigasi pesawat secara aman demi menghindari kecelakaan.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Situasi darurat ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan dampak karhutla terhadap sektor transportasi udara ini. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dudy Purwagandhi seusai menghadiri rapat kerja bersama jajaran Komisi V DPR RI yang berlangsung di Jakarta Pusat pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Menhub memaparkan kondisi terkini mengenai gangguan penerbangan yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra akibat kepulan asap kebakaran hutan.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh Kementerian Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa gangguan jarak pandang paling parah akibat kabut asap ini terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Meskipun dampak di wilayah tersebut dilaporkan sebagai yang terburuk, Menhub menjelaskan bahwa pihaknya masih terus mengumpulkan data lengkap dari lapangan. Hingga saat memberikan keterangan, Menteri Perhubungan menyatakan belum bisa memastikan secara spesifik bandara mana saja di Kalimantan dan Sumatra yang mengalami dampak paling parah, serta belum dapat merinci jumlah pasti penerbangan yang telah dibatalkan akibat bencana kabut asap tersebut.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan mereka. Pasalnya, gangguan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan ini diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Menhub Dudy Purwagandhi mengindikasikan bahwa pembatalan penerbangan akibat karhutla ini diperkirakan masih akan terus terjadi hingga esok hari. Langkah penghentian sementara dan pembatalan penerbangan ini tetap diambil sebagai prioritas utama demi menjaga keselamatan navigasi dan keamanan seluruh penumpang pesawat.






