Perairan Palawan, Filipina, menjadi lokasi tragedi maritim setelah kapal feri MV June Aster terbakar hebat hingga menewaskan 76 orang. Lonjakan data korban jiwa tersebut terjadi menyusul penemuan 41 jenazah baru oleh tim penyelamat saat menyisir area perairan.
Juru Bicara Penjaga Pantai, Komodor Noemie Cayabyab, menyampaikan bahwa seluruh jenazah yang dievakuasi telah dibawa menggunakan armada kapal menuju pelabuhan di kota wisata Coron, Palawan. Titik nahas terdamparnya kapal tercatat berada sekitar 7,5 kilometer dari garis pantai, dengan lima korban tewas pertama kali ditemukan sesaat setelah kebakaran terjadi. Pada Sabtu pagi, gelombang kedatangan 30 jenazah awal membuat badan penanggulangan bencana setempat langsung menyiagakan puluhan peti mati ke pemakaman kota.
Juru Bicara Pejabat Pariwisata setempat, Kristine Ablana, mengungkapkan bahwa otoritas telah menggali liang lahat sedalam satu meter untuk menampung jenazah para korban untuk sementara waktu hingga uji DNA rampung dilaksanakan.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Menurut kesaksian salah satu korban selamat, kobaran api menyelimuti seluruh badan kapal dalam hitungan detik setelah timbul dentuman ledakan dan asap tebal. Kepanikan yang terjadi begitu cepat membuat penumpang yang berusaha meloloskan diri tidak sempat mengenakan jaket pelampung. Di tengah situasi darurat tersebut, tim penolong berhasil menyelamatkan 30 penumpang, termasuk dua warga negara Chili, serta 13 orang awak kapal.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa titik api diduga kuat bermula dari ruang kargo sebelum menyebar ke berbagai dek kapal. Pihak pemilik armada M/V June Aster, Atienza Interisland Ferries Inc, menegaskan kesiapan mereka untuk bersikap kooperatif dan bekerja sama penuh dalam investigasi penyebab insiden.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sebagai negara kepulauan yang dihuni 116 juta jiwa di lebih dari 7.000 pulau, transportasi laut merupakan moda andalan utama masyarakat Filipina. Peristiwa serupa sempat terjadi pada Januari lalu saat kapal feri bertingkat tiga tenggelam di perairan Filipina selatan dan merenggut sedikitnya 52 korban jiwa.






