Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan perjalanannya saat aktif menjadi anggota Gerakan Pramuka di hadapan ribuan peserta Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026. Acara tersebut berlangsung di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/2026).
Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Listyo Sigit mengenang masa-masa pembinaan kepanduan yang diikutinya sejak bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kepanduan menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter kepemimpinan.
"Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka," tutur Listyo Sigit di tengah suasana temu kebangsaan yang akrab.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ia menambahkan bahwa pembinaan di Pramuka terbukti mencetak banyak figur berprestasi di tubuh Korps Bhayangkara. Sejumlah pejabat Polri yang menempuh pendidikan kepanduan di masa muda kini menduduki posisi perwira tinggi.
Tantangan Digital dan Perlindungan Karakter Pemuda
Di tengah perkembangan teknologi dan interaksi media sosial, Kapolri mengimbau para kader Pramuka untuk tetap waspada terhadap ragam ancaman digital dan sosial. Generasi muda diminta membentengi diri dari paparan judi online, penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, keterlibatan geng motor, tindak kriminal, hingga penyebaran paham negatif di platform digital yang berpotensi merusak masa depan.
Penguatan kualitas pemuda juga terus didorong melalui jalur edukasi formal dan beasiswa. Pemerintah menyediakan berbagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti program Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, hingga beasiswa LPDP. Dari sisi kepolisian, Polri turut mendukung pemerataan akses pendidikan berkarakter lewat SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain menitikberatkan pada ketahanan karakter dan pemanfaatan sarana belajar, Kapolri menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh pendiri PUI atas rekam jejak perjuangannya bagi bangsa.
Sebagai langkah aksi di tingkat akar rumput, peserta perkemahan didorong menjadi pelopor Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini menekankan kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan, menekan volume sampah, aktif menanam pohon, serta memelihara kelestarian alam sekitar.






