Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggalang donasi gotong royong dari internal anggota untuk mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana iuran sukarela yang terkumpul mencapai Rp 12,68 miliar.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan inisiatif tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa NTT di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Dana bantuan ini akan disalurkan melalui Kapolda NTT untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain donasi tunai, Polri bersama polda jajaran di berbagai daerah menghimpun pasokan logistik sebanyak 284,54 ton untuk didistribusikan ke posko-posko penanganan bencana.
Polri juga telah mendirikan posko cadangan pada polres-polres terdampak serta menyiagakan beragam fasilitas darurat di lapangan. Fasilitas tersebut mencakup 20 posko tanggap darurat, 9 posko kesehatan, 9 posko pemulihan trauma (trauma healing), 45 unit tenda pengungsian, 10 unit pengolahan air bersih (water treatment), dan 7 unit dapur umum.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam rapat penanganan gempa di Nagekeo, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.






