Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin yang berlokasi di Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Peristiwa kebakaran ini secara khusus menghanguskan gedung asrama santri di pondok pesantren tersebut. Kebakaran yang terjadi pada malam hari ini menimbulkan dampak yang signifikan, mengingat bangunan asrama merupakan fasilitas vital bagi para santri yang menuntut ilmu di sana. Insiden ini menyebabkan kerugian material yang sangat besar bagi pihak pengelola pondok pesantren sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan sepenuhnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran ini dilaporkan terjadi pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.00 WIB. Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang merupakan salah satu santri di pondok pesantren tersebut. Saksi mata tersebut melihat kobaran api pertama kali muncul di bagian atap gedung asrama santri setelah dirinya selesai melaksanakan ibadah. Beruntung, meskipun api membakar gedung dengan cepat dan hebat, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini. Hal ini dikarenakan pada saat peristiwa kebakaran terjadi, seluruh santri sedang melaksanakan ibadah salat Isya di masjid, sehingga gedung asrama dalam keadaan kosong dari aktivitas santri.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ketika api mulai berkobar dan terlihat di atap gedung asrama, para santri yang telah selesai beribadah bersama warga setempat segera mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan area sekitar. Mereka bergotong-royong mencoba memadamkan api secara mandiri dengan menggunakan peralatan seadanya yang bisa ditemukan. Warga dan santri mengambil air dari sumur bor terdekat di sekitar area pondok pesantren tersebut. Upaya pemadaman awal ini dilakukan secara manual dengan menggunakan wadah seperti gaung dan ember untuk menyiramkan air ke titik api guna mencegah penyebaran kebakaran yang lebih luas sebelum bantuan dari petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Mengingat skala kebakaran yang cukup besar dan terus meluas, bantuan armada pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi kejadian di Desa Kuntu Darussalam. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk menjinakkan si jago merah yang membakar gedung asrama tersebut. Armada pemadam kebakaran ini dikerahkan dari berbagai pihak, termasuk dari Kenegerian Ninik Mamak Lipat Kain, Dinas Damkar Kampar, serta bantuan dari perusahaan swasta yang berada di sekitar lokasi kejadian. Berkat kerja keras tim pemadam gabungan, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 00.00 WIB. Secara keseluruhan, proses penanganan untuk memadamkan api ini memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam sejak awal terjadinya kebakaran.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Akibat dari musibah kebakaran yang menghanguskan gedung asrama santri ini, kerugian finansial yang dialami Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin ditaksir mencapai angka yang sangat besar, yaitu sebesar Rp 3,04 miliar. Nilai kerugian yang besar ini mencakup kerusakan fisik bangunan asrama serta fasilitas pendukung di dalamnya. Untuk menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa kebakaran hebat ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar Kiri telah turun tangan secara resmi. Pihak Polsek Kampar Kiri saat ini telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian guna kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.






