Tragedi kebakaran wahana Ghost Train di taman hiburan Luna Park, Sydney, Australia, yang terjadi pada Sabtu malam, 9 Juni 1979, menyisakan tanda tanya besar yang belum terjawab hingga kini. Laporan pertama mengenai amukan api di wahana kereta hantu tersebut diterima pusat kendali pemadam kebakaran sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
Unit pemadam kebakaran dari Crows Nest dan Neutral Bay tiba pertama kali di lokasi saat kepulan asap tebal telah membubung hingga setinggi 100 meter. Upaya pemadaman sempat terhambat karena Luna Park hanya memiliki satu jalur akses keluar-masuk, memaksa armada pemadam berpapasan langsung dengan kerumunan pengunjung yang panik menyelamatkan diri.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kobaran api sempat merembet ke wahana Big Dipper dan River Caves sebelum akhirnya dipadamkan menggunakan pasokan air yang disedot langsung dari pelabuhan. Konstruksi wahana yang memakai material mudah terbakar serta ketiadaan sistem penyiram air otomatis (sprinkler system) membuat bangunan Ghost Train hancur total. Petugas yang melakukan evakuasi selama enam jam menyingkirkan puing-puing akhirnya menemukan tujuh jenazah korban, yang terdiri atas satu orang dewasa dan enam anak-anak. Peristiwa ini memaksa Luna Park ditutup dalam jangka waktu lama sebelum dibuka kembali di bawah manajemen baru pada tahun 1982.
Kejanggalan Penyelidikan dan Kesaksian Saksi
Penyelidikan awal yang dipimpin oleh Detektif Inspektur Doug Knight dari Kepolisian New South Wales (NSW) menyimpulkan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh korsleting listrik (electrical fault). Namun, kesimpulan ini memicu keraguan publik setelah berbagai fakta baru terangkat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Investigasi oleh ABC News pada tahun 2021 mengungkap adanya tumpang-tindih kesaksian staf dan pengunjung mengenai aroma minyak tanah serta keberadaan sekelompok orang mencurigakan sesaat sebelum api berkobar. Pengawas staf Luna Park, Alan Chappell, sempat menegur sekelompok pemuda berjaket kulit yang salah satu anggotanya cocok dengan ciri fisik pelaku dari keterangan saksi lain. Sementara itu, operator wahana Albert Bessell mengaku melihat sekitar sembilan pria dan beberapa wanita berpenampilan menyerupai geng motor memasuki Ghost Train sekitar sepuluh menit sebelum kebakaran, namun keterangan penting ini sama sekali tidak dimasukkan dalam berkas penyelidikan resmi kepolisian.






