Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk kembali mencatatkan peristiwa kelam yang merenggut nyawa pengguna jalan. Jalur utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini menjadi saksi bisu kecelakaan maut yang terjadi di KM 123-124. Lokasi spesifik insiden tragis ini berada di sebelah barat Mbah Temon, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Peristiwa yang terjadi pada Senin pagi, 3 Agustus pukul 05.20 WITA ini melibatkan dua kendaraan besar dan menengah, yakni sebuah mobil penumpang Toyota Calya bernomor polisi P 1443 YE dan satu unit Bus Mesion dengan nomor polisi DK 7626 AI. Dampak dari tabrakan hebat ini langsung memutus perjalanan dua orang yang berada di dalam mobil pribadi tersebut untuk selamanya.
Menurut keterangan awal dari pihak kepolisian setempat, kecelakaan terjadi akibat hilangnya kendali dari pengemudi mobil pribadi. Pengemudi Toyota Calya, Ahmad Imron Arrosid, diduga kuat mengemudikan kendaraannya dalam kondisi mengantuk berat. Akibat penurunan kesadaran tersebut, mobil yang dikendarainya perlahan oleng ke arah kanan dan melewati marka jalan hingga memasuki jalur berlawanan. Pada waktu yang bersamaan, Bus Mesion yang dikemudikan oleh seorang sopir berinisial IGS melaju dari arah yang berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari lagi. Bagian depan kanan Toyota Calya menghantam keras bagian depan kanan Bus Mesion, menghasilkan benturan hebat yang merusak struktur luar kedua kendaraan.








