Kondisi kemarau panjang dan fenomena El Niño yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan telah menyebabkan penurunan muka air di sejumlah sungai utama. Fenomena kekeringan ini mulai berdampak pada kelancaran operasional transportasi batu bara yang mengandalkan jalur perairan sungai menggunakan kapal tongkang.
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa penyusutan air sungai ini menjadi perhatian serius pelaku industri. Direktur Eksekutif APBI Gita Maharyani mengonfirmasi bahwa kekeringan dan penurunan muka air sungai telah terjadi di berbagai daerah di Kalimantan, yang secara langsung memengaruhi kelancaran aktivitas pengangkutan komoditas tambang tersebut.
Pembatasan Draft Kapal dan Potensi Penumpukan Stok
Penurunan debit dan tinggi muka air di sungai-sungai utama Kalimantan membatasi draft atau batas kedalaman muatan kapal tongkang. Dengan kondisi perairan yang mendangkal, tongkang tidak dapat diisi muatan batu bara hingga batas kapasitas maksimum untuk menghindari risiko terdampar atau kandas di sepanjang jalur pelayaran sungai.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Keterbatasan kapasitas angkut melalui jalur sungai tersebut berpotensi memicu peningkatan stok batu bara untuk sementara waktu. Penumpukan batu bara diperkirakan dapat terjadi di area operasional tambang maupun di fasilitas penimbunan (stockpile) pelabuhan akibat berkurangnya volume batu bara yang dapat diangkut per perjalanan tongkang.
Pengaruh terhadap Sentimen Pasar dan Harga Global
Terkait dampak kendala logistik perairan ini terhadap fluktuasi harga batu bara, APBI menilai bahwa gangguan pengiriman di Indonesia memang dapat memengaruhi sentimen pasar. Namun, kendala logistik tersebut bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan kenaikan harga komoditas batu bara.
MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

APBI menegaskan bahwa dampak dari situasi logistik ini terhadap pergerakan harga tetap bergantung pada berbagai faktor pasar yang lebih luas. Faktor utama yang paling menentukan tren harga batu bara ke depan adalah dinamika permintaan dan pasokan di pasar global.






