Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membuka kembali Seleksi Mutasi Batch II bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kesempatan perpindahan tugas ini ditujukan bagi aparatur sipil negara dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga lembaga nonstruktural yang berminat berkarier di lingkungan Kemenhaj.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menjelaskan bahwa pembukaan seleksi mutasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan formasi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan instansi. Kemenhaj mencari aparatur yang memiliki rekam jejak kerja solid dan siap mendukung operasional penyelenggaraan haji dan umrah.
Untuk mengikuti seleksi ini, PNS yang mendaftar harus berusia maksimal 45 tahun per 1 Oktober 2026, memiliki kualifikasi pendidikan yang relevan dengan jabatan yang dituju, serta mengantongi penilaian kinerja minimal berkategori Baik selama dua tahun terakhir. Selain itu, pendaftar diwajibkan memenuhi syarat kesehatan, kelengkapan dokumen pendukung, dan bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja maupun kantor Kemenhaj.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Salah satu kriteria penting dalam seleksi kali ini adalah kemahiran berbahasa asing. Kemenhaj memberikan prioritas khusus kepada kandidat yang memiliki kemampuan bahasa Arab aktif, baik secara lisan maupun tulisan, guna menunjang komunikasi dan tugas kedinasan yang berkaitan langsung dengan Arab Saudi.
Pelamar yang lolos seleksi administrasi nantinya diarahkan mengikuti uji kompetensi berbasis komputer atau Computer Assisted Competency Test (CACT). Tes ini difokuskan untuk menilai kompetensi manajerial, dengan standar kelulusan minimal berupa skor Job Person Match (JPM) sebesar 78 persen atau masuk dalam kategori Cukup Optimal.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui layanan ASN Karier pada platform ASN Digital. Calon peserta diwajibkan memperbarui dan melengkapi profil kepegawaian serta mengunggah berkas persyaratan lewat aplikasi MyASN.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Berdasarkan jadwal yang dirilis, pengumuman seleksi berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September 2026, sementara periode pendaftaran dibuka mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026. Tahapan seleksi administrasi dijadwalkan pada 9-11 September, dilanjutkan pelaksanaan CACT pada 15-18 September, dan pengumuman hasil akhir pada 26-28 September 2026.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, proses mutasi kepegawaian akan berlangsung pada 28-30 September, disusul penerbitan Surat Keputusan (SK) Mutasi pada 1 Oktober 2026. Kemenhaj mengingatkan bahwa seluruh rangkaian jadwal pelaksanaan seleksi ini masih bersifat tentatif dan dapat menyesuaikan perkembangan teknis.






