tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Kemensos Ungkap Penyebab Temuan Bansos Tidak Tepat Sasaran dan Peran DTSEN

Andi SompaDiterbitkan 12 Sep 2026 - 01.38 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemensos Ungkap Penyebab Temuan Bansos Tidak Tepat Sasaran dan Peran DTSEN
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) memberikan penjelasan mengenai banyaknya temuan kasus bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran. Terbukanya berbagai persoalan dan ketidaksesuaian data penerima bansos di tengah masyarakat dipengaruhi oleh transparansi dan keterbukaan basis data yang kini digunakan oleh pemerintah.

Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andy Kurniawan membeberkan bahwa fenomena terungkapnya kasus bantuan sosial yang tidak tepat sasaran justru terjadi seiring hadirnya keterbukaan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan adanya sistem data terpadu dan terbuka ini, pencatatan penerima bantuan sosial menjadi lebih transparan sehingga publik maupun kementerian dapat mengidentifikasi kekeliruan data dengan lebih jelas.

Keterbukaan Data Melalui Sistem DTSEN

Keberadaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membuka akses informasi mengenai penyaluran jaring pengaman sosial di Indonesia. Sebelumnya, ketidaksesuaian penyaluran bantuan sosial sering kali sulit dipantau secara menyeluruh karena basis data yang belum terintegrasi secara terbuka.

Menurut penjelasan Kemensos melalui Andy Kurniawan, integrasi dan keterbukaan data pada sistem DTSEN memberikan ruang evaluasi yang luas. Adanya keterbukaan ini mempermudah identifikasi ketika ditemukan masyarakat yang semestinya berhak menerima bantuan tetapi terlewat, atau sebaliknya, pihak yang dinilai tidak layak tetapi masuk ke dalam daftar penerima bantuan.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pendekatan Targeted dan Tantangan Akurasi Data

Dalam mendistribusikan bantuan sosial, Pemerintah Indonesia menerapkan pendekatan berbasis target (targeted approach) guna menyalurkan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Skema berbasis target ini mewajibkan pemerintah menetapkan kelompok masyarakat mana yang berhak memperoleh bantuan secara spesifik.

Andy Kurniawan menjelaskan bahwa penerapan pendekatan targeted memiliki sejumlah tantangan teknis yang harus dipenuhi. Skema ini menuntut adanya proses penambangan data (data mining) yang kuat serta data yang sangat akurat. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan pemeringkatan (ranking) data sosial ekonomi masyarakat secara ketat agar penetapan dan pemilihan penerima manfaat dapat dilakukan dengan tepat dan objektif.

Peran Penetapan Desil dalam Skala Prioritas Bantuan

Untuk mendukung mekanisme pemilihan penerima bantuan sosial yang terarah, pemerintah menyusun pengelompokan masyarakat ke dalam kategori desil. Pembentukan desil ini menjadi instrumen penentu dalam struktur perlindungan sosial nasional.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Fungsi utama dari pembentukan desil adalah memberikan pertimbangan pertama kepada pemerintah dalam menetapkan skala prioritas untuk masing-masing program bantuan sosial. Melalui pengelompokan desil dari tingkat kerentanan ekonomi terendah, kementerian dan lembaga dapat menentukan program bantuan sosial mana yang harus diarahkan ke kelompok masyarakat tertentu sesuai tingkat kebutuhannya.

Dampak Pemanfaatan DTSEN bagi Penerima Manfaat Baru

Penerapan sistem DTSEN memberikan dampak langsung terhadap pemerataan distribusi bantuan sosial. Integrasi data melalui sistem ini berhasil memperluas cakupan perlindungan sosial bagi warga miskin dan rentan yang sebelumnya tidak terdata.

Sejak DTSEN resmi digunakan, tercatat sebanyak 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4 mulai menerima bantuan sosial. Seluruh 4,3 juta KPM baru tersebut pada periode sebelumnya sama sekali tidak pernah menerima bansos dari pemerintah, sehingga pemanfaatan DTSEN mampu mengisi celah distribusi bantuan sosial yang selama ini belum terjangkau.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DTSENKemensos

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap