Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kerugian yang dialami masyarakat Indonesia akibat praktik curang mafia beras. Angka kerugian tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 triliun. Pernyataan ini disampaikan oleh beliau setelah menghadiri sebuah acara di Universitas Diponegoro pada Kamis (6/8/2026). Pengungkapan ini memicu perhatian besar terhadap bagaimana tata kelola komoditas pokok di tanah air masih dibayangi oleh praktik manipulasi harga yang merugikan konsumen luas.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kasus manipulasi pangan berskala besar ini, berikut adalah daftar pertanyaan dan jawaban yang merangkum poin-poin penting berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Pertanian








