Integrasi sistem pembayaran digital antarnegara kini menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat keterhubungan ekonomi di kawasan Asia. Bank Indonesia secara konsisten memperluas jaringan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara guna mempermudah transaksi keuangan lintas batas bagi masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan mancanegara. Inisiatif interkoneksi ini memungkinkan masyarakat bertransaksi secara langsung di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik tanpa harus menukarkan mata uang tunai terlebih dahulu. Langkah strategis ini secara bertahap mentransformasi lanskap transaksi keuangan regional menuju ekosistem yang lebih efisien, terhubung, dan inklusif.
Dalam catatan kinerja implementasi sistem pembayaran terintegrasi ini, volume transaksi masuk atau inbound ke Indonesia telah mencapai 5,9 juta transaksi. Sementara itu, volume transaksi keluar atau outbound yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia di luar negeri tercatat menyentuh angka 1,7 juta transaksi. Capaian volume transaksi inbound dan outbound ini mencerminkan tingginya antusiasme serta penerimaan publik terhadap kemudahan pembayaran nirsentuh berbasis kode respons standar saat bepergian ke luar negeri maupun saat menyambut kunjungan wisatawan asing ke tanah air.
Perkembangan dan Volume Transaksi Pembayaran Lintas Batas QRIS
Pencapaian volume transaksi inbound sebesar 5,9 juta transaksi dan outbound sebesar 1,7 juta transaksi menunjukkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran ritel telah menjadi jembatan penting dalam lalu lintas keuangan antarnegara. Tingginya transaksi inbound ke Indonesia membuktikan bahwa para pelancong mancanegara semakin nyaman memanfaatkan metode pembayaran digital yang disediakan oleh merchant domestik. Kemudahan bertransaksi secara instan tanpa perlu repot menukar uang tunai di gerai penukaran valuta asing terbukti mampu mendorong minat belanja turis asing.
Di sisi lain, pergerakan transaksi outbound yang mencapai 1,7 juta transaksi menegaskan bahwa masyarakat Indonesia yang sedang melakukan perjalanan internasional telah terbiasa menggunakan instrumen non-tunai berbasis aplikasi. Melalui interkoneksi sistem pembayaran bilateral, pengguna aplikasi keuangan asal Indonesia dapat langsung memindai kode QR merchant di negara tujuan. Bank sentral bersama para pelaku industri sistem pembayaran terus menjaga keandalan infrastruktur ini agar volume lalu lintas transaksi ritel antarnegara dapat terus beroperasi secara aman, stabil, dan lancar.
Jaringan Kerja Sama Internasional dan Perluasan Regional Payment Connectivity
Ekspansi implementasi QRIS antarnegara diawali dari kawasan Asia Tenggara sebelum meluas ke kawasan Asia yang lebih luas. Bank Indonesia awalnya berhasil menerapkan sistem pembayaran QRIS antarnegara di Thailand dan Malaysia. Selanjutnya, kerja sama bilateral tersebut diperluas hingga menjangkau Singapura dan Jepang. Langkah ekspansi berlanjut secara signifikan ketika Korea Selatan resmi menjadi negara kelima yang mengimplementasikan kerja sama QRIS antarnegara bersama Indonesia. Peluncuran kerja sama transaksi QRIS antarnegara antara Indonesia dan Korea Selatan ini secara resmi dilaksanakan pada hari Rabu, 1 April 2026.
Keberhasilan penerapan sistem pembayaran lintas yurisdiksi ini merupakan bagian integral dari kerangka kerja sama Regional Payment Connectivity (RPC). Dalam upaya membangun keterhubungan pembayaran di kawasan, Bank Indonesia telah menjalin kerja sama erat dengan sejumlah bank sentral mitra regional. Mitra-mitra strategis tersebut meliputi Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank of Thailand (BOT). Sinergi antar-bank sentral ini memayungi standarisasi teknis serta koordinasi kebijakan sistem pembayaran lintas batas.
Penguatan ekosistem konektivitas kawasan terus dikembangkan dengan merangkul mitra baru di ASEAN. Terkait agenda tersebut, Bank Indonesia merencanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kerja sama Regional Payment Connectivity bersama bank sentral Vietnam. Penandatanganan nota kesepahaman dengan Vietnam tersebut dijadwalkan berlangsung pada perhelatan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) kedua yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2023.
Implementasi dan Interkoneksi Pembayaran Antara Indonesia dan Malaysia
Salah satu wujud nyata dari implementasi sistem pembayaran lintas batas yang telah berjalan aktif adalah kerja sama antara Indonesia dan Malaysia. Konektivitas pembayaran antar kedua negara tetangga ini dirancang untuk mempermudah transaksi timbal balik bagi warga negara masing-masing yurisdiksi. Sebagai contoh, di wilayah perbatasan dan destinasi unggulan seperti Provinsi Kepulauan Riau, termasuk kawasan Batam dan Batam Center, kehadiran QRIS antarnegara terbukti sangat memudahkan transaksi wisatawan mancanegara yang berkunjung dari Malaysia.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dengan adanya QRIS antarnegara, wisatawan mancanegara asal Malaysia yang berlibur atau melakukan perjalanan bisnis di Kepulauan Riau tidak perlu menukar mata uang Ringgit ke Rupiah secara manual untuk transaksi sehari-hari. Wisatawan cukup membuka aplikasi pembayaran dari ponsel pintar mereka dan memindai QRIS yang terpampang di gerai pedagang setempat. Proses konversi nilai tukar berlangsung secara otomatis dan seketika di balik layar sistem pembayaran, sehingga transaksi berlangsung cepat dan akurat.
Hal yang sama berlaku bagi warga negara Indonesia yang tengah bepergian ke Malaysia. Wisatawan, pelajar, maupun pelaku usaha asal Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang biasa mereka pakai sehari-hari di tanah air untuk berbelanja di berbagai merchant yang telah terhubung di Malaysia. Interoperabilitas bilateral ini menghadirkan kenyamanan bertransaksi tanpa batas secara aman dan praktis.
Ekosistem Aplikasi dan Penyedia Jasa Pembayaran yang Terhubung
Kelancaran transaksi pembayaran antara Indonesia dan Malaysia didukung penuh oleh kesiapan ekosistem perbankan dan lembaga non-bank dari kedua belah pihak. Dalam skema inbound, wisatawan dari Malaysia dapat memindai kode QRIS merchant di Indonesia menggunakan deretan aplikasi pembayaran terkemuka asal Malaysia. Aplikasi asal Malaysia yang telah dapat memindai merchant Indonesia mencakup aplikasi dari CIMB Niaga, Hong Leong Bank, Maybank, Public Bank, serta platform dompet digital TNG Digital.
Sebaliknya, dalam skema outbound, nasabah dan pengguna dompet digital dari Indonesia dapat memanfaatkan aplikasi pembayaran domestik untuk memindai kode pembayaran di Malaysia. Daftar aplikasi pembayaran Indonesia yang memiliki kemampuan memindai kode QR di Malaysia sangat beragam, yang meliputi aplikasi perbankan dan dompet digital terdaftar seperti CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Dana, Bank BPD Bali, Ottocash, Bank Syariah Indonesia (BSI), LinkAja, Bank Central Asia (BCA), Bank Mega, serta Permata Bank.
Ketersediaan titik penerimaan pembayaran di Malaysia juga didukung oleh jaringan merchant Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang luas. Berbagai PJP Malaysia yang siap menerima pemindaian dari aplikasi pembayaran QRIS Indonesia antara lain AmBank, Boost, Public Bank, Razer, Hong Leong Bank, TNG Digital, Maybank, serta OUB. Keberadaan jaringan PJP mitra yang komprehensif ini memastikan ketersediaan titik transaksi di berbagai sektor komersial di Malaysia.
Peluncuran dan Skema Tarif Layanan QRIS Tuntas di Dalam Negeri
Bersamaan dengan ekspansi transaksi lintas batas, Bank Indonesia juga terus menyempurnakan fungsi dan utilitas ekosistem pembayaran di dalam negeri. Pada hari Kamis, 17 Agustus 2023, Bank Indonesia secara resmi meluncurkan inovasi layanan terbaru yang dinamakan QRIS Tuntas. Layanan QRIS Tuntas dihadirkan guna melengkapi fungsi pembayaran ritel standar dengan menambahkan tiga fitur finansial fundamental, yaitu layanan tarik tunai, setor tunai, serta transfer dana dengan skema biaya yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kehadiran QRIS Tuntas dirancang untuk memberikan kemudahan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, baik yang telah memiliki rekening tabungan di bank maupun yang menggunakan instrumen uang elektronik. Standardisasi biaya yang ditetapkan dalam layanan ini bertujuan untuk menekan biaya transaksi ritel di masyarakat, meningkatkan efisiensi operasional sistem pembayaran nasional, serta mempercepat tercapainya inklusi keuangan di seluruh pelosok Indonesia.
Ketentuan Finansial Penarikan dan Penyetoran Dana Melalui QRIS Tuntas
Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran telah merumuskan skema tarif yang jelas dan terstruktur untuk setiap jenis transaksi dalam QRIS Tuntas. Pada fitur penarikan uang tunai atau tarik tunai dengan QRIS Tuntas, besaran biaya transaksi ditetapkan berdasarkan kanal penarikan yang digunakan serta nominal transaksi yang ditarik oleh nasabah:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Biaya penarikan tunai disepakati sebesar Rp 6.500 per transaksi untuk kategori transaksi on-us intra Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang dilakukan melalui agen mitra, serta untuk transaksi off-us antar-PJP yang berbeda.
- Khusus untuk transaksi penarikan tunai dengan nominal sampai dengan Rp 100.000 per transaksi, biaya penarikan ditetapkan lebih rendah dan disepakati sebesar Rp 2.000 per transaksi.
- Sementara itu, untuk transaksi penarikan tunai secara on-us intra PJP yang dilakukan langsung melalui jaringan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), pengguna tidak dikenakan biaya alias gratis (Rp 0).
Untuk fungsionalitas penyetoran saldo atau setor tunai menggunakan QRIS Tuntas, skema biaya yang berlaku diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
- Biaya setor tunai disepakati sebesar Rp 5.000 per transaksi untuk kategori transaksi on-us yang dilakukan melalui agen mitra, serta untuk transaksi setor tunai off-us antar-PJP.
- Transaksi penyetoran tunai on-us intra PJP yang dilakukan secara langsung melalui mesin ATM setor tunai milik PJP penerbit tidak dikenakan pungutan biaya tambahan sama sekali.
Layanan Transfer Dana QRIS Tuntas dan Efisiensi Biaya Transaksi
Fitur ketiga yang menjadi komponen utama dari QRIS Tuntas adalah fasilitas transfer dana antar-pengguna. Bank Indonesia menetapkan tarif biaya transfer dana menggunakan QRIS Tuntas sebesar Rp 2.500 per transaksi. Besaran nominal biaya transfer ini setara dan sejalan dengan skema tarif yang berlaku pada layanan BI-FAST yang telah dikenal luas oleh masyarakat perbankan nasional.
Meskipun tarif biayanya sama dengan skema BI-FAST, QRIS Tuntas menawarkan keunggulan dalam hal fleksibilitas sumber dana yang dapat digunakan oleh masyarakat. Jika transfer dana melalui skema BI-FAST mewajibkan pengirim dan penerima memiliki rekening perbankan (account), maka transfer dana menggunakan QRIS Tuntas dapat diproses menggunakan rekening bank maupun saldo uang elektronik. Fleksibilitas ini memungkinkan masyarakat yang belum memiliki rekening bank formal tetap dapat menikmati biaya transfer yang murah sebesar Rp 2.500 per transaksi.
Kehadiran fitur transfer yang fleksibel pada QRIS Tuntas menjadi solusi praktis bagi transaksi harian masyarakat. Pengguna dompet digital dan uang elektronik kini dapat saling mengirimkan saldo ke sesama pengguna dompet digital lain maupun ke rekening tabungan perbankan secara langsung dengan biaya yang sangat terjangkau.
Manfaat Strategis untuk Sektor Pariwisata, Perdagangan, dan Pelaku UMKM
Penerapan QRIS antarnegara dan inovasi QRIS Tuntas memberikan dampak strategis ganda terhadap perekonomian nasional. Di sektor pariwisata, sistem pembayaran kode QR lintas batas menyederhanakan aktivitas belanja turis mancanegara. Sebagaimana yang terjadi di Kepulauan Riau seperti kawasan Batam dan Batam Center, kemudahan transaksi digital menarik minat wisatawan asing untuk berbelanja produk-produk lokal, mencicipi kuliner daerah, serta memanfaatkan sarana pariwisata domestik tanpa hambatan penukaran valuta asing.
Bagi sektor perdagangan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), interkoneksi QRIS antarnegara membuka jalan menuju integrasi pasar yang lebih luas. Melalui satu kode QR standar yang sama di tempat usaha mereka, pelaku UMKM dapat secara langsung menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara asal Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, hingga Korea Selatan. Sistem ini menghapuskan kebutuhan perangkat pembayaran multi-valuta yang mahal, sekaligus menjamin penerimaan dana secara aman dalam mata uang domestik.
Kerja sama pembayaran lintas batas yang telah terbangun dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, serta rencana kemitraan dengan Vietnam dan negara-negara mitra lainnya di bawah kerangka Regional Payment Connectivity, secara konsisten menopang pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan. Inisiatif Bank Indonesia ini memberikan kesempatan nyata bagi para pelaku usaha domestik dan UMKM untuk terhubung secara langsung dengan pasar regional dan pasar global dalam tatanan ekonomi digital yang modern.






