Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, resmi merombak struktur pimpinan militer negaranya dengan menunjuk Kim Song-gi sebagai menteri pertahanan yang baru. Kim Song-gi dipercaya menggantikan posisi No Kwang-chol, yang sebelumnya menjabat di posisi tertinggi kementerian tersebut.
Perombakan kepemimpinan militer ini disahkan dalam agenda pertemuan kedua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea kesembilan. Pertemuan tingkat tinggi partai penguasa tersebut dipimpin langsung oleh Kim Jong Un, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.
Dorongan Modernisasi dan Penegakan Disiplin Militer
Berdasarkan laporan The Korea Herald, rotasi di tubuh kementerian pertahanan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kim Jong Un untuk mempercepat upaya modernisasi militer. Selain pembaruan alutsista dan strategi, langkah ini ditujukan untuk memperketat penegakan disiplin di jajaran militer Korea Utara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebelum menduduki kursi Menteri Pertahanan, Kim Song-gi mengemban tanggung jawab penting sebagai direktur biro politik militer. Sementara itu, pejabat lama No Kwang-chol tidak sepenuhnya disingkirkan dari sektor strategis, melainkan dipindahtugaskan untuk memegang posisi senior di Departemen Industri Amunisi.
Kembalinya Pak Jong-chon dan Penghargaan Riset Pertahanan
Selain rotasi menteri pertahanan, pertemuan komisi militer tersebut juga menandai kembalinya pejabat militer veteran Pak Jong-chon ke jajaran elite kekuasaan Pyongyang. Pak Jong-chon diangkat kembali menjadi wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea menyusul pemilihannya sebagai anggota Komite Pusat dan Politbiro partai.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Sebelum kembali menduduki posisi strategis ini, Pak Jong-chon sempat mengundurkan diri dari jajaran Politbiro serta kursi sekretaris partai, dan telah dicopot dari jabatan wakil ketua Komisi Militer Pusat pada Februari lalu.
Dalam rangkaian agenda pertemuan yang sama, Kim Jong Un turut memberikan apresiasi kepada para ilmuwan, peneliti, dan pejabat dari lembaga penelitian pertahanan utama Korea Utara. Penghargaan negara tersebut diserahkan langsung oleh Kim atas kontribusi besar mereka dalam mengembangkan sistem senjata tempur baru serta meningkatkan performa persenjataan militer negara tersebut.






