Aktivitas pemantauan di Onshore Receiving Facility (ORF) Porong berlangsung tanpa jeda selama 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan. Fasilitas penerimaan gas bumi yang berlokasi di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo ini dikelola oleh PT Pertamina Gas melalui unit Operation East Java Area (OEJA) untuk mengamankan suplai energi bagi sektor industri dan kelistrikan di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Di balik kelancaran aliran gas tersebut, petugas pengendali bekerja dalam tiga giliran kerja (shift) per hari dengan formasi dua orang di setiap giliran. Setiap dua jam sekali, petugas wajib mencatat dan memperbarui parameter operasional fasilitas ke dalam buku log guna memastikan seluruh instrumen transmisi bekerja dengan stabil.
Peran Strategis Porong dalam Jalur Pipa Gas
Fasilitas ORF Porong telah beroperasi sejak awal dekade 1990-an dan menempati posisi kunci dalam jaringan transmisi gas bumi Jawa Timur. Gas dialirkan menuju fasilitas ini melalui jalur pipa bawah laut East Java Gas Pipeline (EJGP) yang membentang dari kawasan Pulau Pagerungan menuju Porong dengan panjang sekitar 360 kilometer, atau tercatat sekitar 369,7 kilometer pada dokumen resmi pemerintah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Secara historis, pasokan gas yang masuk ke ORF Porong bersumber dari sejumlah wilayah kerja hulu, antara lain Blok Pagerungan, Santos Maleo, Santos Peluang, serta Terang Gas Field. Keandalan jaringan ini terus diperkuat, termasuk melalui integrasi Lapangan MAC milik Husky-CNOOC Madura Ltd. (HCML) lewat proyek penyambungan pipa (tie-in) pada akhir 2023.
Penyaluran ke Pusat Industri dan Pembangkit
Dari ORF Porong, gas bumi disalurkan kembali melalui jaringan pipa darat menuju sentra konsumsi di Pasuruan dan kawasan Gresik. Ruas pipa Porong鈥揋resik sendiri membentang sepanjang 52,63 kilometer melintasi Sidoarjo dan Surabaya sebelum tiba di Gresik.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Berdasarkan data operasi historis, distribusi gas dari fasilitas ini pernah mencatatkan volume hingga sekitar 326 MMSCFD. Pasokan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai konsumen strategis, seperti PLN, PGN, Petrokimia Gresik, Pertagas Niaga Waru, dan pelanggan industri lainnya di kawasan Gresik. Dari titik Gresik, jaringan pipa transmisi terhubung dengan jalur pipa Gresik鈥揝emarang yang kini terintegrasi ke dalam sistem pipa transmisi Cirebon鈥揝emarang (Cisem).






