Keterbatasan ruang dan kondisi ekonomi tidak memadamkan semangat Zaahira Ramadhani (13) untuk terus menuntut ilmu dan mengejar masa depan yang lebih baik. Setelah melalui fase kehidupan yang penuh tantangan pascaperpisahan kedua orang tuanya, remaja asal Koto Gaek ini kini menemukan harapan baru melalui pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok.
Kementerian Sosial (Kemensos) dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (26/8/2026) mengungkapkan bagaimana lingkungan belajar di Sekolah Rakyat membawa pengaruh positif terhadap kehidupan Zaahira. Selain memperoleh kesempatan pendidikan formal, Zaahira merasakan pembentukan karakter dan kedisiplinan spiritual harian. Ia mengaku kini dapat menjaga rutinitas ibadahnya dengan baik setelah bergabung dengan sekolah tersebut.
"Dulu jarang salat. Sekarang salat lima waktu terjaga," ungkap Zaahira dalam keterangan tertulis Kemensos.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Bertahan di Rumah Kayu Sempit Bersama Keluarga Besar
Sebelum memasuki SRMP 5 Solok, perjalanan hidup Zaahira diwarnai keterbatasan fisik dan finansial. Pascaperceraian orang tuanya, Zaahira harus beradaptasi menjadi bagian dari keluarga besar yang tinggal bersama di Koto Gaek. Hunian yang mereka tempati merupakan bangunan berukuran 5x3 meter yang didirikan dari kayu bekas, berdinding kayu, dan hampir tanpa ruang untuk privasi.
Di dalam rumah kayu berukuran 5x3 meter tersebut, Zaahira tinggal bersama ibu kandung, ayah tiri, serta tujuh orang saudara. Saudara-saudaranya terdiri dari tiga saudara kandung dan empat saudara tiri. Ibu kandung Zaahira merupakan seorang ibu rumah tangga, sehingga seluruh kebutuhan hidup keluarga bergantung sepenuhnya pada ayah tiri yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi utama.
Menatap Asa Menjadi Pengusaha dan Meraih Prestasi
Menyadari beratnya perjuangan ekonomi keluarganya, Zaahira memupuk tekad kuat untuk mengangkat taraf hidup orang tua dan saudaranya. Remaja berusia 13 tahun ini bercita-cita menjadi seorang pengusaha dengan karier yang stabil agar mampu membantu menopang perekonomian keluarga secara mandiri di masa depan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk merealisasikan impiannya, Zaahira berkeinginan melanjutkan studinya di Sekolah Rakyat hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada saat yang sama, ia juga memegang keyakinan bahwa torehan prestasi belajar dapat membukakan jalan baginya untuk menembus sekolah favorit.
Sekolah Rakyat sendiri menjadi wadah pembinaan bagi para siswa untuk mengembangkan potensi terbaik mereka di berbagai bidang. Semangat berprestasi tersebut tecermin dari siswa Sekolah Rakyat lainnya, seperti Citra, yang berhasil mencetak prestasi sebagai juara karate dan sempat diperkenalkan langsung oleh Prabowo. Melalui wadah pembinaan yang sama di SRMP 5 Solok, Zaahira kini terus melangkah merajut cita-citanya dari balik kesederhanaan rumah kayu di Koto Gaek.






