Dinamika profesi jurnalistik dan kebebasan pers kembali menjadi perbincangan hangat setelah adanya dugaan penghinaan terhadap jurnalis yang bertugas di lingkungan dewan perwakilan rakyat. Dalam industri media dan ekonomi digital, kelancaran akses informasi sangat bergantung pada hubungan profesional antara narasumber dan peliput. Namun, Koordinatoriat Wartawan Parlemen baru-baru ini menyampaikan keberatan secara terbuka terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus. Insiden tersebut dilaporkan terjadi saat peliputan di Ruang Komisi II DPR RI pada hari Kamis, 30 Juli, yang memicu perdebatan mengenai batasan komunikasi serta etika kerja antara anggota legislatif dan insan pers.








