Kondusivitas operasional pengemudi ojek online di lapangan menjadi perhatian menyusul beredarnya kabar rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Koalisi Ojol Nasional (KON) secara resmi mengimbau para mitra pengemudi agar tetap tenang dan tidak terhasut oleh informasi bohong yang tersebar luas di media sosial.
Dalam keterangannya, KON menegaskan bahwa organisasi tersebut sama sekali tidak terlibat dalam rencana aksi yang diagendakan berlangsung pada tanggal tersebut. Pengemudi diminta lebih berhati-hati dalam menyaring informasi agar aktivitas harian dan keselamatan kerja mereka tidak terganggu oleh ajakan yang belum jelas kebenarannya.
Klarifikasi Sikap dan Imbauan Verifikasi Informasi
Seruan kewaspadaan ini disampaikan jajaran pengurus KON saat berkumpul bersama mitra pengemudi asal Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan dalam agenda bertajuk 'Ngopi Bareng Ojol Surabaya Raya' di Sidoarjo, Jawa Timur.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sekretaris Jenderal KON, Juwel Safriko Hutasoit atau yang akrab disapa Papa Deon, menekankan pentingnya menjaga persatuan sesama pengemudi serta memelihara situasi wilayah agar tetap aman. Menurutnya, langkah reaktif yang dipicu kabar burung justru berisiko merugikan para pengemudi sendiri di lapangan.
Papa Deon meminta seluruh rekan ojol tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan pesan berantai atau unggahan media sosial yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Setiap kabar yang beredar perlu dikonfirmasi dan dicek kembali validitasnya ke sumber yang jelas.
Dialog dan Kepastian Skema Kemitraan
Selain meluruskan posisi organisasi terkait agenda aksi, pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional Andi Kristiyanto tersebut dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman mengenai relasi kerja antara pengemudi dan perusahaan aplikator.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam diskusi tersebut, para pengemudi menyampaikan harapan agar hubungan berbasis skema kemitraan tetap berjalan, asalkan diiringi kebijakan yang memberikan kepastian regulasi serta rasa keadilan bagi pihak pengemudi.
Perwakilan mitra ojol dari wilayah Surabaya Raya dan sekitarnya pun menyepakati komitmen bersama untuk menjaga ketertiban umum dan menolak segala bentuk provokasi. Segala persoalan maupun dinamika kerja yang dialami pengemudi ke depan didorong untuk diselesaikan melalui jalur komunikasi yang terbuka dan ruang dialog yang konstruktif.






