Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memberikan pembaruan informasi terkini mengenai penanganan terhadap tiga orang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal MV Tihamah. Kapal MV Tihamah tersebut dilaporkan menjadi sasaran penyerangan saat sedang berlayar di kawasan perairan Bab al-Mandab, Yaman. Peristiwa penyerangan di wilayah perairan ini langsung mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis, dari total tiga ABK WNI yang berada di kapal tersebut, dua orang di antaranya dilaporkan berhasil selamat dari serangan, sedangkan satu orang ABK WNI lainnya hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan masih berada dalam proses pencarian.
Bagi dua orang anak buah kapal asal Indonesia yang berhasil menyelamatkan diri dari insiden penyerangan di perairan Bab al-Mandab tersebut, langkah penanganan medis segera dilakukan. Pada awalnya, kedua korban yang selamat ini sempat dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit 2 Desember. Namun, demi memastikan keselamatan dan mendapatkan penanganan yang lebih optimal, otoritas berwenang memutuskan untuk memindahkan lokasi perawatan mereka. Kedua ABK WNI yang selamat tersebut kini telah dipindahkan ke fasilitas kesehatan yang berada di Kota Aden, Yaman, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Mengenai proses pemindahan kedua korban selamat ini, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, memberikan penjelasan resmi. Heni Hamidah mengonfirmasi bahwa kedua ABK WNI yang selamat dipindahkan dari Rumah Sakit 2 Desember menuju ke Rumah Sakit Prince MBS yang berlokasi di Kota Aden. Proses pemindahan kedua warga negara Indonesia tersebut secara resmi dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2026. Pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa keputusan untuk memindahkan tempat perawatan kedua ABK WNI ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan di wilayah tersebut.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Di samping fokus pada perawatan medis bagi korban yang selamat, upaya pencarian terhadap satu orang ABK WNI yang masih hilang pascainsiden penyerangan kapal MV Tihamah di perairan Bab al-Mandab, Yaman, juga terus berjalan. Kemlu RI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna melakukan pencarian intensif untuk menemukan keberadaan satu kru kapal asal Indonesia tersebut. Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pelindungan WNI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan penanganan terbaik serta perlindungan maksimal bagi seluruh ABK WNI yang terdampak dalam peristiwa penyerangan kapal MV Tihamah ini.






