TANGERANG — Skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan jangka waktu pelunasan hingga 40 tahun tengah disiapkan oleh pemerintah dan perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkirakan besaran angsuran bulanan untuk fasilitas pinjaman jangka panjang tersebut dapat ditekan hingga berada di kisaran Rp700 ribu sampai Rp800 ribu per bulan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa perseroan saat ini masih menunggu regulasi dan penerapan resmi skema KPR subsidi 40 tahun dari pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Skema ini dirancang khusus untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok pendapatan desil 4 dan 5.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Besaran cicilan yang lebih terjangkau diharapkan menjadi solusi konkret di tengah tingginya kebutuhan hunian nasional. Berdasarkan catatan Danantara Indonesia, sebanyak 9,29 juta penduduk tercatat belum memiliki rumah sendiri, sementara 18 juta rumah tangga masih menempati hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Penawaran Bunga Rendah dan Konsep Transit
Selain opsi pembiayaan jangka panjang 40 tahun, BTN bersama Danantara Indonesia dan bank-bank milik negara (Himbara) menyediakan program promosi KPR dalam ajang Danantara Housing Expo (DHE) 2026. Dalam pameran yang digelar pada 27–30 Agustus 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten tersebut, ditawarkan suku bunga mulai dari 2,75 persen serta tenor pinjaman hingga 30 tahun.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

DHE 2026 menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan unit properti dari berbagai pengembang BUMN dan swasta. Di samping fasilitas pembiayaan berbunga rendah, BTN juga terus mendukung pengembangan hunian berbasis transit (transit-oriented development), salah satunya proyek di kawasan Manggarai, Jakarta, yang terhubung langsung dengan stasiun kereta guna membantu memangkas biaya transportasi para penghuni.






