Bagaimana sektor logistik menentukan daya saing industri dan harga barang di tingkat konsumen? Pertanyaan ini menjadi sorotan utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) saat mengajak generasi muda memahami peran vital rantai pasok dalam menopang perekonomian nasional.
Dalam acara Krakatau Steel Goes to Campus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kota Serang, Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menegaskan bahwa pemahaman logistik yang baik di kalangan pemuda sangat diperlukan guna meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat daya saing industri domestik.
Akbar menjelaskan bahwa logistik tidak sekadar persoalan memindahkan barang fisik dari satu titik ke titik lain. Rantai pasok berfungsi menciptakan nilai tambah dan secara langsung memengaruhi pembentukan harga produk maupun jasa di pasar. Menurutnya, industri manufaktur seperti baja menghasilkan efek domino yang luas terhadap perekonomian karena melibatkan integrasi berbagai sektor, mulai dari transportasi darat, aktivitas kepelabuhanan, jaringan vendor, hingga penyerapan tenaga kerja.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain memimpin emiten baja nasional berkode KRAS tersebut, Akbar juga tercatat menjabat sebagai Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) serta Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).
Langkah Efisiensi Jalur Distribusi dan Kepatuhan Angkutan
Menanggapi pemaparan tersebut, Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyambut positif kehadiran praktisi industri di lingkungan kampus. Kehadiran pimpinan BUMN ini dinilai memberi wawasan nyata bagi para mahasiswa mengenai dinamika operasional industri dan tata kelola logistik modern.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Di tingkat operasional, Krakatau Steel Group terus merealisasikan sejumlah program penguatan rantai distribusi nasional. Salah satunya adalah dukungan terhadap kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027 dengan memastikan seluruh armada pengangkutan produk baja beroperasi sesuai batas kapasitas muatan yang berlaku.
Perseroan juga mengoptimalkan konektivitas antarpulau lewat penyediaan jalur logistik Ro-Ro Vessel yang menghubungkan Pelabuhan Cigading menuju Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung. Inisiatif jalur laut ini ditargetkan mampu memangkas biaya dan mengoptimalkan rantai pasok dengan potensi efisiensi berkisar antara 10 hingga 12 persen.






