tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/PINJAMAN ONLINE

Kredit Macet Pindar Didominasi Pria Gen Z, Bos OJK Buka Suara

Andi SompaDiterbitkan 16 Sep 2026 - 01.37 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kredit Macet Pindar Didominasi Pria Gen Z, Bos OJK Buka Suara
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti profil peminjam pada industri pinjaman daring (pindar) yang mencatatkan tunggakan kredit macet. Berdasarkan data regulator, pembiayaan bermasalah di sektor ini didominasi oleh kelompok pemuda serta debitur berjenis kelamin laki-laki.

Per Juli 2026, pembiayaan bermasalah industri pindar tercatat didominasi oleh kelompok usia 19 hingga 34 tahun alias Generasi Z (Gen Z). Kelompok usia produktif muda ini menyumbang porsi sebesar 48,22% dari total nilai outstanding pinjaman yang bermasalah.

Dari segi profil gender, peminjam laki-laki menjadi kontributor terbesar atas pinjaman yang macet tersebut. OJK mencatat porsi laki-laki mencapai 54,22% dari total pembiayaan bermasalah per Juli 2026. Angka ini sejalan dengan tren sepanjang semester I, ketika kredit macet anak muda di platform pinjaman online terus mendekati separuh dari keseluruhan outstanding yang macet.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kualitas Kredit Pindar Dibanding Sektor Keuangan Lain

Tingkat kredit bermasalah di industri pindar terpantau bergerak lebih tinggi dibandingkan lini industri keuangan non-bank (IKNB) lainnya. Pada Maret 2026, tingkat kredit bermasalah pindar bahkan hampir menyentuh dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan sektor pembiayaan konvensional dan skema pembiayaan digital lainnya.

Sebagai perbandingan pada periode Maret 2026, rasio non-performing financing (NPF) gross untuk industri multifinance tercatat berada di level 2,83%. Sementara itu, pembiayaan berbasis buy now pay later (BNPL) mencatatkan rasio NPF sebesar 2,51%.

Kondisi tingginya kredit macet tersebut terjadi di tengah akselerasi pertumbuhan penyaluran dana. Nilai outstanding pembiayaan pindar secara keseluruhan tumbuh sangat pesat dan telah menembus angka di atas Rp100 triliun per Maret 2026.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dorongan Pengetatan Skor Kredit dan Manajemen Risiko

Merespons tingginya porsi kredit bermasalah pada kelompok usia muda, OJK meminta seluruh penyelenggara platform pindar untuk memperketat proses penilaian kelayakan peminjam. Lembaga pengawas mendorong peningkatan kualitas credit scoring agar analisis kemampuan bayar debitur berjalan lebih akurat.

OJK menegaskan bahwa penyelenggara layanan wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential principles) dan memperkuat tata kelola manajemen risiko sebelum menyetujui pembiayaan baru, guna menekan risiko gagal bayar yang berpotensi membebani ekosistem keuangan digital ke depan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKGen ZKredit Macetpinjaman online

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap