Sebanyak lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di wilayah perairan Selat Sunda. Hingga saat ini, rombongan jurnalis tersebut dilaporkan belum kembali ke daratan, dan Tim SAR masih terus melakukan operasi pencarian di perairan terkait.
Peristiwa ini bermula ketika para jurnalis menyewa sebuah kapal laut milik warga di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Rombongan berencana menuju area perairan Gunung Anak Krakatau untuk memantau langsung aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.
Keberangkatan Rombongan dari Dermaga Pagedongan Carita
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa rombongan jurnalis Banten tersebut bertolak dari dermaga Pagedongan Carita pada hari Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan laut ini ditujukan khusus untuk meliput perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Kepala Desa Sukajadi, Sandi, menyampaikan bahwa rencana awal perjalanan tersebut adalah skema pulang-pergi pada hari yang sama. Menurut perhitungannya, rombongan yang berangkat pukul 14.00 WIB seharusnya sudah tiba kembali di daratan sekitar pukul 20.00 WIB. Namun hingga waktu yang diperkirakan, rombongan tidak kunjung tiba dan tidak ada kabar yang diterima.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Komunikasi Terakhir Sebelum Hilang Kontak
Sebelum seluruh jalur komunikasi terputus, salah satu jurnalis yang berada di rombongan sempat berkomunikasi dengan pihak luar. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pada pukul 14.42 WIB tanggal 7 September 2026, korban sempat mengirimkan fitur berbagi lokasi terkini (share location) kepada seorang jurnalis di Lampung bernama Abay.
Setelah pengiriman lokasi terakhir tersebut, komunikasi mulai terputus hingga rombongan dinyatakan resmi hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.
Di sisi lain, Kepala Desa Sukajadi, Sandi, mengungkapkan adanya komunikasi terpisah dari perahu. Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang pemandu (guide) yang ikut berlayar di kapal sempat menghubungi istrinya dan melaporkan bahwa kondisi saat itu dalam keadaan aman. Namun setelah kontak pada pukul 16.00 WIB tersebut, keberadaan mereka tidak lagi diketahui dan tidak dapat dihubungi kembali.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Data Penumpang dan Informasi Basarnas
Terkait jumlah orang yang berada di atas kapal, Kepala Desa Sukajadi Sandi awalnya menerangkan bahwa ada delapan orang yang berangkat ke perairan Gunung Anak Krakatau. Delapan orang tersebut terdiri atas 5 orang jurnalis, 1 orang pemandu, 1 orang nakhoda, dan 1 orang anak buah kapal (ABK).
Informasi tersebut kemudian diperbarui oleh pihak Basarnas pada pukul 19.40 WIB. Berdasarkan pembaruan resmi dari Basarnas, pihak yang hilang kontak berjumlah total tujuh orang, yang terdiri dari lima orang jurnalis dan dua orang awak kapal.
Upaya Pencarian oleh Tim SAR
Hingga laporan mutakhir disampaikan, seluruh korban yang berada di atas perahu sewaan tersebut belum ditemukan. Tim SAR masih terus bergerak aktif menyisir area perairan Selat Sunda dan jalur lintasan menuju Gunung Anak Krakatau guna menemukan keberadaan para jurnalis beserta awak kapal yang hilang kontak.






