tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Kurang Anggaran Rp 94,27 T, Program Pembangunan 2 Juta Rumah Terancam

Sri NugrohoDiterbitkan 2 Sep 2026 - 21.06 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kurang Anggaran Rp 94,27 T, Program Pembangunan 2 Juta Rumah Terancam
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Rencana pembangunan 2,08 juta unit hunian pada 2027 menghadapi kendala pendanaan yang cukup besar. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat adanya kekurangan anggaran mencapai Rp94,273 triliun dari total kebutuhan dana yang diproyeksikan sebesar Rp104 triliun.

Berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas, pagu anggaran Kementerian PKP untuk tahun anggaran 2027 ditetapkan sebesar Rp11,77 triliun. Angka tersebut dirancang hanya cukup untuk mencakup pembangunan sekitar 318.000 unit rumah, jauh di bawah target ambisius 2,08 juta unit.

Dari total alokasi pagu Rp11,77 triliun tersebut, porsi terbesar ditempatkan pada Program Perumahan dan Kawasan Permukiman sebesar Rp10,85 triliun atau 92,23 persen. Sementara itu, Program Dukungan Manajemen mendapatkan alokasi Rp914 miliar atau 7,77 persen.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Dampak Defisit terhadap Program Hunian

Kekurangan pendanaan yang mencapai puluhan triliun rupiah ini berdampak langsung pada beberapa agenda prioritas penyediaan perumahan rakyat di tahun 2027. Di antaranya meliputi penurunan kapasitas penambahan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), tertundanya pembangunan rumah susun (rusun) baru, serta kelanjutan pembangunan hunian pascabencana di wilayah Sumatera.

Kondisi keterbatasan anggaran ini memperlebar jarak antara target penyediaan papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan kapasitas fiskal yang dialokasikan pemerintah.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Evaluasi Kinerja Anggaran Berjalan

Sebagai perbandingan, pada pelaksanaan program perumahan tahun anggaran 2026, Kementerian PKP awalnya memperoleh DIPA sebesar Rp10,309 triliun untuk target lebih dari 406.000 unit. Alokasi tersebut kemudian bertambah melalui alokasi belanja tambahan (ABT) penanganan pascabencana Sumatera sebesar Rp2,218 triliun, sehingga pagu total 2026 menjadi Rp12,527 triliun dengan target 414.000 unit.

Hingga 1 September 2026, realisasi serapan anggaran Kementerian PKP tercatat baru mencapai Rp3,38 triliun atau 36,64 persen dari pagu non-ABT. Meski serapan pada kuartal ketiga masih bertahap, kementerian menargetkan tingkat penyerapan anggaran dapat menyentuh 97 persen hingga akhir tahun, sedikit meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 96 persen.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PKPBSPS

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap