PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan sepanjang paruh pertama tahun ini. Emiten penyedia jasa energi terintegrasi tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp435 miliar pada semester I 2026, mencerminkan pertumbuhan 29,2% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pertumbuhan laba bersih perseroan sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha yang mencapai Rp7,58 triliun, atau tumbuh 8,9% secara tahunan. Kinerja yang lebih tinggi pada sisi profitabilitas dibandingkan pendapatan membuat margin laba bersih (Net Profit Margin) perseroan terkerek naik menjadi 5,73%.
Di samping itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat sebesar Rp862 miliar, naik 16,2% dari capaian semester I tahun sebelumnya. Posisi likuiditas perseroan juga tetap solid dengan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp761 miliar atau tumbuh 16%, serta posisi kas perseroan yang mencapai Rp2,88 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Struktur Kontrak Berjalan dan Sumber Pendapatan
Hingga penutupan semester I 2026, anak usaha dalam ekosistem Pertamina Group ini mengantongi kontrak berjalan (carry forward contracts) senilai Rp18,8 triliun. Komposisi kontrak tersebut terbagi ke dalam tiga lini bisnis utama:
- Jasa hulu migas terintegrasi: Rp9,5 triliun
- Penjualan barang dan jasa distribusi serta logistik energi: Rp7 triliun
- Jasa penunjang migas: Rp2,3 triliun
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan fokus perseroan dalam menjaga efisiensi dan memperluas pasar. Selain mengerjakan proyek di lingkungan Pertamina Group, Elnusa mengoptimalkan pasar di luar grup dengan porsi pendapatan dari pihak ketiga tercatat sebesar 22% pada semester I 2026.
Efisiensi Operasional, Proyek Infrastruktur, dan Tata Kelola
Untuk mendukung produktivitas kerja lapangan, ELSA menerapkan serangkaian pengembangan kapabilitas dan teknologi. Inisiatif teknologi tersebut mencakup penggunaan teknologi akuisisi seismik Stryde, metode Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), pemanfaatan layanan geospasial Pertapixel, hingga implementasi sistem pengawasan Road Traffic Control (RTC).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Pada lini infrastruktur energi, Elnusa tengah menggarap proyek strategis seperti Fuel Terminal Palaran dengan kapasitas 37.500 kiloliter serta fasilitas Terminal LPG Kolaka yang berkapasitas 2 x 1.500 metrik ton (MT).
Dari aspek keselamatan kerja, perseroan membukukan Total Recordable Incident Rate (TRIR) di level 0,09, berada jauh di bawah rata-rata asosiasi International Oil & Gas Producers (IOGP) Contractors sebesar 0,80. Pada indikator tata kelola, Elnusa yang memiliki kepemilikan publik sebesar 48,9% berhasil meraih skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 96,66 dengan predikat "Very Good".






