PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) membukukan kenaikan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, entitas bank digital yang dikenal dengan nama Superbank ini berhasil meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp182,6 miliar. Lonjakan profitabilitas tersebut tercatat naik hampir sembilan kali lipat apabila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Di tengah lonjakan laba bersih yang signifikan tersebut, Superbank masih dihadapkan pada beban saldo laba negatif yang berasal dari neraca keuangan masa lalu. Bank digital ini mencatatkan akumulasi defisit saldo laba sebesar Rp663,5 miliar yang merupakan dampak langsung dari kerugian pada tahun-tahun sebelumnya. Rincian laporan keuangan menunjukkan bahwa posisi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya berada di angka defisit Rp663,52 miliar hingga akhir Juni 2026. Meski demikian, beban defisit tersebut telah menyusut sebesar 21,58% jika dibandingkan dengan posisi pada akhir 2025.








