tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BEASISWA

Laporan OECD Bikin Geger, 60% Anak Muda Tetangga RI Kesulitan Membaca

Ance ManoppoDiterbitkan 16 Sep 2026 - 05.18 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Laporan OECD Bikin Geger, 60% Anak Muda Tetangga RI Kesulitan Membaca
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Temuan terbaru dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memicu perhatian kawasan Asia Tenggara. Laporan Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2025 menunjukkan bahwa sekitar 59% siswa berusia 15 tahun di Vietnam kesulitan memanfaatkan informasi dan pemahaman bacaan untuk menghadapi situasi praktis di kehidupan nyata.

Kondisi tersebut membuat Vietnam mencatat performa membaca yang timpang dibanding bidang studi lainnya. Hanya 41% siswa di negara tetangga Indonesia tersebut yang sanggup mengamankan Level 2 atau lebih tinggi dalam tes membaca. Angka pencapaian ini berada hampir 30 poin persentase di bawah standar rata-rata OECD.

Penurunan Skor dan Rincian Hasil Ujian

Penilaian PISA 2025 di Vietnam menguji lebih dari 7.350 siswa yang tersebar di 194 sekolah menengah. Secara keseluruhan, perolehan nilai rata-rata peserta didik Vietnam mengalami penurunan tajam sebesar 15 hingga 70 poin dibandingkan hasil tes edisi 2022.

Baca Juga

Berkurikulum IB, SMA Unggulan Polri Berencana Terima Murid WNA

Berkurikulum IB, SMA Unggulan Polri Berencana Terima Murid WNA

OECD mencatat rincian capaian kompetensi siswa Vietnam pada periode penilaian ini: - Kemampuan membaca: 392 poin - Matematika: 443 poin - Sains: 457 poin - Pemecahan masalah komputasi: 461 poin

Meski literasi membaca anjlok, penguasaan materi sains dan matematika menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik. Sebanyak 71% siswa Vietnam mampu menyentuh Level 2 pada bidang sains, mendekati rata-rata OECD sebesar 74%. Sementara itu, di bidang matematika, 58% siswa mencapai Level 2 berbanding rata-rata OECD di angka 65%.

Tanggapan Pemerintah dan Peta Global

Menanggapi kemerosotan nilai tersebut, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam menjelaskan bahwa penurunan performa dipengaruhi oleh proses adaptasi teknis. PISA 2025 merupakan kali pertama para siswa Vietnam beralih dari metode ujian berbasis kertas ke format digital berbasis komputer.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Program PISA sendiri diselenggarakan rutin setiap tiga tahun sekali sejak Vietnam bergabung pertama kali pada 2012. Pada penyelenggaraan terbarunya, pengujian internasional ini mencakup sekitar 765.000 pelajar dari 91 negara dan entitas ekonomi di seluruh dunia.

Di tingkat global, posisi puncak masih didominasi negara-negara Asia. Siswa asal China membukukan nilai tertinggi di dunia untuk kategori matematika dan sains. Sementara itu, Singapura mengukuhkan peringkat pertama global dalam kemampuan membaca, sekaligus menempati urutan kedua di bidang matematika dan sains.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OECD

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap