tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Legislator Minta Pemerintah Perkuat Manajemen Air Hadapi Kekeringan

Wulan WijayaDiterbitkan 8 Sep 2026 - 21.03 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Legislator Minta Pemerintah Perkuat Manajemen Air Hadapi Kekeringan
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Kondisi cuaca kering yang masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia mendorong seruan evaluasi terhadap strategi penanganan kekeringan sektor pertanian. Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah meminta pemerintah memperkuat manajemen tata kelola air secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna meminimalkan risiko gagal panen yang mengancam petani.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi pada September tercatat masih relatif kering di sebagian besar wilayah Indonesia. Ancaman kekeringan ini diperkuat oleh lonjakan suhu ekstrem yang sempat menyentuh 37,9 derajat Celsius di Melawi, Kalimantan Barat, pada dasarian III Agustus. Selain itu, BMKG turut memantau sebaran titik panas yang cukup tinggi, mencakup 463 titik panas di Kalimantan dan 264 titik panas di Sumatera.

Menanggapi dinamika iklim tersebut, Rina Saadah menegaskan bahwa tolak ukur keberhasilan mitigasi krisis air di lahan pertanian tidak semestinya bertumpu pada indikator kuantitas alat bantu semata. Penyaluran bantuan pompa air harus dibarengi dengan efektivitas penyelamatan lahan pertanian secara nyata di lapangan.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurutnya, keberhasilan penanganan krisis air harus diukur dari luasan hektare sawah yang benar-benar berhasil diselamatkan dari ancaman kekeringan, bukan sebatas jumlah unit pompa yang telah dibagikan kepada kelompok tani.

Penempatan dan distribusi mesin pompa air dinilai membutuhkan pemetaan teknis yang presisi. Rina menyoroti bahwa alokasi pompa harus mempertimbangkan ketersediaan sumber air setempat, kebutuhan spesifik komoditas tanaman, fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif, hingga tingkat kerentanan lahan terhadap risiko puso.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Langkah penanganan kekeringan pertanian memerlukan integrasi sistemik dari hulu sampai ke hilir. Upaya ini mencakup perlindungan daerah tangkapan air, pemastian fungsi waduk atau embung dan jaringan irigasi, hingga penentuan skala prioritas bagi petak sawah yang harus segera diselamatkan.

Selain infrastruktur dan tata kelola pengairan, perlindungan ekonomi bagi petani menjadi aspek krusial selama musim kering. Rina menggarisbawahi pentingnya jaminan penyerapan hasil panen serta stabilitas harga jual gabah di tingkat produsen agar para petani tidak menanggung beban kerugian ganda akibat anomali iklim.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIkekeringanPertanianmanajemen air

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap