Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah, menyambut baik langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang menyerahkan penanganan kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada aparat penegak hukum. Penyerahan kasus ini dinilai sebagai langkah penting menyusul berulangnya kejadian keracunan makanan yang dialami oleh para siswa di sejumlah daerah.
Menanggapi situasi tersebut, Gus Falah meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk bersikap proaktif dalam mendalami rangkaian peristiwa keracunan yang terus muncul di daerah-daerah. Menurutnya, aparat penyidik PNS di sektor kesehatan memiliki peran krusial dalam menindaklanjuti insiden yang berdampak langsung pada kesehatan anak-anak sekolah tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara khusus, Gus Falah mendorong PPNS dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta PPNS Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera bergerak cepat melakukan telaah awal di lapangan. Desakan agar penyidik bergerak cepat ini didasari oleh catatan bahwa sudah ada puluhan kejadian keracunan MBG yang terjadi, sehingga pemeriksaan mendalam sangat dibutuhkan untuk menentukan dasar penjatuhan sanksi.
Dalam hal penegakan hukum, Gus Falah merujuk pada ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Regulasi tersebut memuat mekanisme pemberian sanksi administratif hingga sanksi pidana jika terbukti ada unsur kesengajaan di balik insiden keracunan. Selain payung hukum pangan, ia juga menyebutkan adanya sanksi yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta pasal-pasal dalam KUHPidana baru yang dapat diterapkan kepada pihak yang bertanggung jawab.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono telah memastikan bahwa aparat penegak hukum sedang menyelidiki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber penyebab keracunan MBG. Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak kepolisian, penyelidikan tengah berlangsung di beberapa titik dapur yang menyebabkan gangguan kesehatan pada siswa, dan sejumlah kasus di antaranya kini telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan.






