Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperluas jangkauan edukasi finansial ke lingkungan pondok pesantren guna meningkatkan pemahaman santri, pengasuh pondok, dan tokoh agama mengenai pentingnya pemanfaatan layanan perbankan yang aman.
Edukasi tersebut ditekankan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, saat menghadiri agenda Majelis Pemberdayaan Masyarakat bertema “Membangun Kemandirian Masyarakat Menuju Indonesia Berdaya” di MAN 4 Jombang, Jawa Timur. Farid menegaskan bahwa literasi keuangan tidak sekadar mengenalkan ragam produk dan fasilitas perbankan, melainkan menumbuhkan kemampuan masyarakat dalam menentukan keputusan keuangan secara tepat, bertanggung jawab, serta terhindar dari risiko.
Peran Strategis Pesantren dan Tokoh Agama
Lingkungan pesantren dan para tokoh agama dinilai menempati posisi sentral dalam penyebaran literasi perbankan. Selain menjalankan peran pendidikan keagamaan, pondok pesantren memiliki keterikatan sosial yang erat dengan warga sekitar serta kerap dijadikan rujukan informasi oleh komunitasnya.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Melalui pendekatan ini, LPS mendorong ekosistem pesantren agar memanfaatkan potensi lembaga perbankan, baik bank konvensional maupun bank syariah, sebagai sarana menyimpan dana yang terjamin. Pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara menabung yang benar diharapkan mampu memperkuat kemandirian tata kelola ekonomi di lingkungan pondok dan masyarakat sekitarnya.
Membangun Kepercayaan Melalui Penjaminan Simpanan
Dalam kegiatan tersebut, LPS turut menyosialisasikan tugas pokok dan fungsinya dalam menjaga stabilitas sistem perbankan nasional. LPS memastikan simpanan para nasabah di bank tetap aman karena dijamin sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Farid menyampaikan bahwa keyakinan publik terhadap keamanan dana di perbankan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai mekanisme penjaminan simpanan dan literasi keuangan akan terus dijalankan secara berkesinambungan agar ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput semakin kokoh.






