PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 7.500 pada akhir 2026 dalam skenario optimistis atau bull case. Kendati demikian, untuk skenario dasar (base scenario), pergerakan indeks diperkirakan masih akan berkutat di kisaran level 6.800.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief Q3 2026 yang berlangsung secara virtual pada Kamis (3/9/2026). Menurutnya, ruang penguatan IHSG menuju target optimistis tersebut terbuka berkat fundamental emiten domestik yang dinilai tetap solid di tengah dinamika pasar.
Faktor Penopang dan Arus Modal Asing
Optimisme terhadap pasar saham nasional pada paruh kedua tahun ini didorong oleh pertumbuhan laba emiten yang terjaga serta potensi pemulihan aliran dana investor asing (foreign inflow). Tekanan jual yang sempat membayangi pasar modal Indonesia sepanjang semester I-2026 dinilai lebih dipicu oleh sentimen global dan dinamika arus dana keluar, bukan karena penurunan kinerja fundamental korporasi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kinerja laba bersih emiten pada semester I-2026 tercatat masih tumbuh sekitar 12%. Selain itu, tekanan arus modal keluar mulai mereda memasuki awal paruh kedua tahun ini. Nilai net foreign outflow pada Juli dan Agustus 2026 terpantau menyusut, kendati secara akumulasi sejak awal tahun (year-to-date) dana asing yang keluar dari pasar saham masih tergolong besar.
Perbaikan sentimen pasar turut ditopang oleh stabilitas nilai tukar rupiah, di samping langkah bauran kebijakan moneter dan fiskal yang dinilai sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Prospek Indeks IDX80 dan Sektor Pilihan
Selain IHSG, Mandiri Sekuritas juga mencermati pergerakan indeks IDX80. Indeks saham berkapitalisasi besar dan berlikuiditas tinggi ini diproyeksikan memiliki potensi kenaikan sekitar 8% hingga 10% menuju level 107. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba per saham (earnings per share/EPS) yang diperkirakan stabil pada kisaran 11%.
Untuk menyikapi pergerakan pasar pada semester II-2026, Mandiri Sekuritas menyoroti beberapa sektor saham yang dinilai memiliki prospek menarik bagi pelaku pasar. Sektor-sektor pilihan tersebut mencakup komoditas tambang emas, tembaga, dan nikel, sektor minyak dan gas, layanan kesehatan (healthcare), industri tembakau, telekomunikasi, hingga perbankan dan jasa keuangan.






