Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa program pembangunan dan renovasi rumah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hunian semata, melainkan memiliki efek domino yang mampu menggerakkan roda perekonomian di berbagai sektor usaha. Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar seusai menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Rabu (2/9/2026).
Maruarar menjelaskan bahwa dorongan terhadap sektor perumahan berpotensi menciptakan permintaan baru bagi industri-industri yang memasok aneka kebutuhan konstruksi. Peningkatan permintaan ini menjadi sangat penting di tengah kondisi utilisasi industri pengolahan nonmigas di dalam negeri yang saat ini masih berada di bawah level ideal.
Rantai Pasok dan Industri Bahan Bangunan
Dalam distribusi material, toko bangunan menjadi salah satu titik vital yang menghubungkan proyek perumahan dengan produsen berbagai material konstruksi. Di dalam toko bangunan sendiri, terdapat sekitar 180 barang industri yang dipasarkan, seperti semen, pasir, kaca, cat, hingga keramik.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Permintaan material yang berkelanjutan dari pembangunan dan renovasi perumahan turut menopang operasional pabrik-pabrik manufaktur bahan bangunan. Keberlangsungan industri ini krusial karena terdapat jutaan orang yang bekerja di pabrik-pabrik penghasil bahan bangunan tersebut.
Selain sektor pabrikan, rantai pengadaan material juga melibatkan peran logistik dan perdagangan lokal. Aktivitas ini menyerap tenaga kerja secara bertingkat, mulai dari supir truk logistik dan kernet, hingga pemilik toko bangunan beserta para pegawainya.
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan UMKM
Di tingkat lapangan, pengerjaan proyek pembangunan dan renovasi rumah secara langsung menggerakkan beragam profesi, mulai dari tenaga kerja tukang, teknisi listrik, arsitek, hingga pengembang perumahan. Aktivitas properti ini juga melibatkan sektor jasa keuangan, termasuk perbankan dan asuransi.
MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Pemerintah ingin perputaran ekonomi dari sektor perumahan ini menjangkau berbagai daerah secara merata, sehingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat terus bergerak dan tenaga kerja tukang lokal mendapatkan peluang kerja.
Maruarar menegaskan bahwa pergerakan ekonomi dari sektor perumahan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir ini ditujukan untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang nyata, khususnya dalam membantu mengurangi angka pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan.






