tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Masa Depan Industri Sawit Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Hilirisasi

Wahyu SuryaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.42 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Masa Depan Industri Sawit Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Hilirisasi
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Masa depan industri kelapa sawit di Indonesia kini sangat bergantung pada keberhasilan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan secara komprehensif. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara tegas menyatakan bahwa kelangsungan sektor komoditas strategis ini akan ditentukan oleh sejauh mana pelaku usaha mematuhi standar keberlanjutan tersebut. Agar kelapa sawit nasional tetap memiliki daya saing yang kuat di pasar global, terdapat beberapa kunci utama yang harus dipenuhi. Kunci-kunci tersebut meliputi upaya peningkatan produktivitas, penguatan program hilirisasi, serta pemenuhan aspek lingkungan dan tata kelola yang baik. Pemenuhan seluruh aspek ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa produk sawit Indonesia tidak kehilangan tempat di kancah perdagangan internasional.

Pandangan mengenai pentingnya prinsip keberlanjutan ini diutarakan secara langsung oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, Umum, dan Kepatuhan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim. Beliau memaparkan hal tersebut pada saat membuka sebuah agenda diskusi yang membahas mengenai industri sawit berkelanjutan. Acara diskusi penting ini diselenggarakan di Hotel Mercure yang berlokasi di Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Rabu, tanggal 29 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa pembicaraan mengenai industri sawit pada masa kini tidak bisa lagi hanya dibatasi pada urusan produksi dan angka ekspor semata.

Lebih lanjut, Zaid Burhan Ibrahim menjelaskan bahwa sektor kelapa sawit saat ini telah berkembang menjadi sebuah industri yang memiliki berbagai dimensi yang sangat luas. Dimensi-dimensi tersebut mencakup aspek ekonomi, sosial, energi, kelestarian lingkungan, hingga menyentuh ranah geopolitik dunia. Oleh karena itu, sektor ini sangat membutuhkan sistem pengelolaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Penerapan prinsip keberlanjutan ditekankan bukan lagi sebagai sebuah pilihan opsional bagi para pelaku industri, melainkan telah berubah menjadi sebuah kebutuhan mutlak. Hal ini bertujuan agar industri sawit Indonesia tetap mampu bersaing secara sehat dan terus memberikan manfaat ekonomi maupun sosial yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain menitikberatkan pada isu lingkungan dan keberlanjutan, ketahanan ekonomi dari sektor sawit juga terus diperkuat melalui langkah-langkah hilirisasi yang masif dan terstruktur. Zaid Burhan Ibrahim menambahkan bahwa penguatan hilirisasi ini merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan. Saat ini, transformasi industri pengolahan telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Tercatat bahwa lebih dari 80 persen total ekspor kelapa sawit Indonesia kini telah dikirimkan dalam bentuk produk hilir atau produk olahan lanjutan. Pencapaian persentase ini membuktikan bahwa produk sawit mampu menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi roda perekonomian nasional dibandingkan jika hanya mengekspor bahan mentah.

Guna terus memperkuat rantai pasok hilir serta mendukung pertumbuhan industri pengolahan tersebut, pemerintah Indonesia secara aktif memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas kepabeanan. Direktur Fasilitas Kepabeanan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Yetty Yulianty, yang turut hadir dalam forum diskusi yang sama, memberikan penjelasan rinci mengenai dukungan ini. Beliau menyatakan bahwa pemerintah terus mendukung upaya hilirisasi industri kelapa sawit melalui pemberian fasilitas yang dikenal dengan nama Kawasan Berikat. Kebijakan strategis ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan daya saing industri pengolahan di dalam negeri sekaligus untuk mendorong peningkatan volume ekspor produk-produk yang memiliki nilai tambah tinggi.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menetapkan aturan yang jelas mengenai pihak-pihak mana saja yang berhak menerima fasilitas Kawasan Berikat tersebut. Yetty Yulianty menegaskan bahwa pemerintah memberikan fasilitas kepabeanan ini terutama untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor antara dan sektor hilir. Sebaliknya, bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi sebagai pabrik hulu, pemerintah tidak memberikan fasilitas serupa. Keputusan ini diambil karena tujuan utama dari pemberian insentif tersebut adalah untuk memacu proses hilirisasi industri sawit secara maksimal. Hal ini kembali ditekankan sebagai komitmen nyata pemerintah dalam mengawal transformasi industri komoditas nasional pada hari Kamis, 30 Juli 2026.

Insentif yang ditawarkan di dalam fasilitas Kawasan Berikat ini mencakup berbagai kemudahan perpajakan yang sangat signifikan dalam menekan biaya operasional perusahaan. Menurut penjelasan Yetty Yulianty, setiap barang yang masuk ke dalam Kawasan Berikat akan memperoleh fasilitas penangguhan bea masuk. Selain itu, barang-barang tersebut juga tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI) serta mendapatkan pembebasan cukai. Lebih jauh lagi, para pelaku usaha di kawasan ini juga menikmati fasilitas berupa tidak dipungutnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) selama barang tersebut digunakan secara langsung untuk kegiatan produksi. Rangkaian insentif fiskal ini diharapkan dapat memperkuat struktur biaya industri hilir sehingga daya saing produk sawit Indonesia di pasar global semakin kokoh.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kelapa sawitBPDPKalimantan TengahBea CukaiHilirisasiKawasan Berikat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap