Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID kembali membuka ruang bagi jurnalis daerah untuk merefleksikan dinamika sektor tambang dari sudut pandang kehidupan sosial. Melalui ajang kompetisi karya jurnalistik MediaMIND 2026, para pewarta didorong untuk mengangkat narasi dan cerita pertambangan yang lebih dekat dengan realitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Sosialisasi kompetisi MediaMIND 2026 digelar di PT Timah Tbk pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang temu bagi para wartawan di Bangka Belitung untuk mendalami pendekatan peliputan yang mengedepankan sisi kemanusiaan dan dampak langsung operasional tambang terhadap warga setempat.
Memperkuat Komunikasi Perusahaan, Media, dan Akademisi
Division Head CSR PT Timah Tbk, Rahmat Taufik, menyatakan bahwa MediaMIND menjadi sarana penting untuk memperkuat jembatan komunikasi antara pihak perusahaan, media massa, dan kalangan akademisi. Kolaborasi dan keterbukaan komunikasi ini dinilai penting agar publik memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kontribusi serta operasional pertambangan.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Rahmat Taufik menjelaskan bahwa perusahaan tidak semata-mata menjalankan kegiatan penambangan. Lebih dari itu, PT Timah Tbk berupaya secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai inisiatif tanggung jawab sosial. Manfaat tersebut disalurkan lewat program pemberdayaan ekonomi, sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga program-program keberlanjutan lingkungan.
Sorotan terhadap Kelompok Rentan di Wilayah Tambang
Ruang eksplorasi yang dibuka melalui MediaMIND 2026 mendapat perhatian dari pewarta lokal di Bangka Belitung. Salah satunya adalah Alza Munzi, jurnalis dari Jurnal Indonesia, yang ikut serta dalam ajang MediaMIND untuk pertama kalinya.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Alza mengungkapkan bahwa dirinya berencana mengangkat isu-isu seputar kelompok rentan, khususnya kehidupan perempuan dan anak-anak yang terdampak oleh aktivitas pertambangan. Kehadiran kompetisi karya jurnalistik ini dinilai memberikan dorongan bagi para jurnalis untuk menghasilkan karya yang kritis, berimbang, serta menyoroti realitas sosial yang dialami oleh masyarakat lingkar tambang secara lebih mendalam.






