Aktivitas ekspor kelapa sawit dan produk turunannya dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, terus menunjukkan kontribusi yang sangat signifikan bagi penerimaan negara. Hingga Juli 2026, catatan resmi menunjukkan bahwa Bea Cukai Pangkalan Bun telah berhasil menyumbang penerimaan negara dengan total nilai mencapai sekitar Rp 1,74 triliun. Angka capaian yang masif ini secara langsung menegaskan peran krusial wilayah Pangkalan Bun sebagai salah satu motor penggerak utama devisa negara, khususnya yang bersumber dari sektor komoditas perkebunan kelapa sawit. Pencapaian ini tidak lepas dari tingginya aktivitas perdagangan internasional yang digerakkan oleh para pelaku usaha di wilayah tersebut.
Rincian dari total penerimaan negara senilai Rp 1,74 triliun tersebut terbagi secara proporsional ke dalam dua pos pungutan utama. Pos pertama adalah penerimaan dari bea keluar yang tercatat memberikan sumbangan sebesar Rp 882,37 miliar. Sementara itu, pos kedua berasal dari pungutan dana sawit yang nilainya mencapai Rp 861,58 miliar. Menurut penjelasan dari Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel), Muhtadi, komoditas kelapa sawit beserta berbagai produk turunannya mendominasi secara absolut dengan persentase lebih dari 90 persen dari total penerimaan bea keluar di Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. Kinerja impresif ini sekaligus menempatkan instansi tersebut sebagai penyumbang penerimaan bea keluar terbesar di seluruh lingkungan Kanwil Bea Cukai Kalbagsel.








