tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital & Pendapatan

Mekanisme Ekspor Sawit Pangkalan Bun dalam Menyumbang Penerimaan Negara Rp 1,74 Triliun

Ance ManoppoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mekanisme Ekspor Sawit Pangkalan Bun dalam Menyumbang Penerimaan Negara Rp 1,74 Triliun
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Aktivitas ekspor kelapa sawit dan produk turunannya dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, terus menunjukkan kontribusi yang sangat signifikan bagi penerimaan negara. Hingga Juli 2026, catatan resmi menunjukkan bahwa Bea Cukai Pangkalan Bun telah berhasil menyumbang penerimaan negara dengan total nilai mencapai sekitar Rp 1,74 triliun. Angka capaian yang masif ini secara langsung menegaskan peran krusial wilayah Pangkalan Bun sebagai salah satu motor penggerak utama devisa negara, khususnya yang bersumber dari sektor komoditas perkebunan kelapa sawit. Pencapaian ini tidak lepas dari tingginya aktivitas perdagangan internasional yang digerakkan oleh para pelaku usaha di wilayah tersebut.

Rincian dari total penerimaan negara senilai Rp 1,74 triliun tersebut terbagi secara proporsional ke dalam dua pos pungutan utama. Pos pertama adalah penerimaan dari bea keluar yang tercatat memberikan sumbangan sebesar Rp 882,37 miliar. Sementara itu, pos kedua berasal dari pungutan dana sawit yang nilainya mencapai Rp 861,58 miliar. Menurut penjelasan dari Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel), Muhtadi, komoditas kelapa sawit beserta berbagai produk turunannya mendominasi secara absolut dengan persentase lebih dari 90 persen dari total penerimaan bea keluar di Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. Kinerja impresif ini sekaligus menempatkan instansi tersebut sebagai penyumbang penerimaan bea keluar terbesar di seluruh lingkungan Kanwil Bea Cukai Kalbagsel.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Dalam peta perdagangan ekspor dari wilayah ini, India masih kokoh menempati posisi sebagai negara tujuan utama untuk berbagai pengiriman komoditas. Adapun produk yang paling banyak dikirim ke negara tersebut adalah crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah, beserta beragam jenis produk turunannya. Tingginya tingkat permintaan dari pasar India menjadi pendorong utama arus volume ekspor yang terus mengalir deras dari kawasan Pangkalan Bun, sekaligus menjaga stabilitas penerimaan negara dari sektor pungutan ekspor secara berkelanjutan.

Baca Juga

Produksi Minyakita Berpotensi Turun Akibat Merosotnya Realisasi DMO CPO

Produksi Minyakita Berpotensi Turun Akibat Merosotnya Realisasi DMO CPO

Kendati mencatatkan angka penerimaan yang sangat fantastis bagi kas negara, kelancaran aktivitas ekspor kelapa sawit di Pangkalan Bun nyatanya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan logistik yang tidak ringan. Salah satu kendala fisik yang paling utama bagi pengiriman kargo curah adalah keterbatasan kedalaman perairan di pelabuhan setempat. Kondisi alamiah ini membuat kapal-kapal pengangkut berukuran raksasa atau kapal induk (mother vessel) sama sekali tidak dapat bersandar secara langsung di dermaga Pangkalan Bun. Sebagai jalan keluarnya, proses pemindahan muatan curah harus dilakukan di tengah laut melalui mekanisme ship-to-ship. Titik pemindahan ini berada pada jarak yang cukup jauh, yakni sekitar 40 mil dari bibir pantai. Prosedur transfer muatan di perairan lepas ini secara otomatis berimbas pada peningkatan waktu tempuh pengiriman dan pembengkakan biaya logistik yang harus ditanggung oleh para eksportir.

Selain masalah infrastruktur pelabuhan untuk kargo curah, para pelaku usaha yang mengandalkan pengiriman menggunakan metode kontainer juga menghadapi kendala operasional yang tak kalah rumit. Mereka sering kali harus berhadapan dengan masalah keterbatasan ketersediaan kontainer yang benar-benar layak pakai untuk mengangkut komoditas sawit secara aman. Tantangan pengiriman ini semakin diperumit oleh belum adanya layanan pelayaran langsung dari pelabuhan di Pangkalan Bun menuju negara-negara tujuan ekspor. Alhasil, sebagian besar pengiriman kontainer tersebut masih harus menjalani rute transit terlebih dahulu melalui pelabuhan di Surabaya sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan panjang menuju India. Rute yang memutar ini tentu saja menambah kompleksitas rantai pasok ekspor dari wilayah tersebut.

Baca Juga

Bea Cukai Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair

Bea Cukai Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Cair

Dari perspektif keamanan, pengawasan, dan kepatuhan hukum, tingkat risiko terjadinya praktik penyelundupan di wilayah kerja Bea Cukai Pangkalan Bun tergolong relatif kecil. Situasi yang kondusif ini utamanya disebabkan oleh profil para eksportir yang beroperasi di kawasan ini, di mana mayoritas pelakunya merupakan perusahaan-perusahaan berskala besar yang telah memiliki rekam jejak serta tingkat kepatuhan yang sangat tinggi terhadap regulasi kepabeanan. Kendati situasi terbilang aman, langkah pengawasan yang ketat tetap diberlakukan secara konsisten tanpa kompromi. Bea Cukai terus memperkuat sinergi dan kolaborasi di lapangan bersama aparat penegak hukum lainnya. Langkah pengawasan terpadu ini melibatkan kerja sama yang erat dengan unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk memastikan seluruh proses ekspor berjalan sesuai koridor hukum sekaligus mencegah segala potensi pelanggaran.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekspor SawitBea CukaiPangkalan BunPenerimaan NegaraLogistik Ekspor

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 dan Persiapan Modifikasi Cuaca di JakartaDampak Ekonomi Pemberantasan Narkotika dan Pemanfaatan Aplikasi Siger Presisi di Provinsi LampungRincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Kementerian Pertahanan Tahun 2026Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026Mengapa Pasar Saham Korea Selatan Mengalami Volatilitas Tinggi dan Menarik Perhatian GlobalProyeksi IHSG Menuju Level 8.000 pada Akhir Tahun Menurut Bank DBS IndonesiaPembangunan dan Peluang Ekonomi di Kawasan Batur Kintamani Wajib Selaras dengan AdatCara Memanfaatkan Program TPAKD Sulawesi Utara untuk Mengembangkan Usaha dan Akses Pembiayaan

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Panduan Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 dan Persiapan Modifikasi Cuaca di Jakarta

Local Guide

Panduan Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 dan Persiapan Modifikasi Cuaca di Jakarta

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap