tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy

Mekanisme Perdagangan Minyak Bayangan dan Sistem Pembayaran Alternatif di Kawasan EOPL

Fitri LimbongDiterbitkan 31 Jul 2026 - 01.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mekanisme Perdagangan Minyak Bayangan dan Sistem Pembayaran Alternatif di Kawasan EOPL
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perdagangan minyak internasional kerap kali menghadapi hambatan geopolitik dan sanksi ketat dari negara-negara barat. Meskipun demikian, sejumlah pelaku sektor energi memanfaatkan celah geografis dan teknologi keuangan untuk tetap menjalankan roda bisnis mereka. Salah satu titik krusial dalam aktivitas ini adalah wilayah Outer Port Limits atau EOPL Malaysia, sebuah kawasan perairan seluas 1.200 kilometer persegi yang berjarak sekitar 70 kilometer dari garis pantai dan masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE Malaysia. Memahami bagaimana mekanisme perdagangan minyak bayangan ini bekerja dapat memberikan wawasan penting mengenai jalur logistik laut dan sistem pembayaran alternatif yang digunakan di dekat wilayah perairan Indonesia.

Langkah awal dalam rantai perdagangan ini dimulai dari manipulasi navigasi kapal tanker di laut lepas. Kapal tanker minyak asal Iran, seperti Humanity, mematikan sistem identifikasi otomatis atau AIS saat melintas di kawasan perairan EOPL Malaysia di Laut China Selatan. Tindakan menonaktifkan AIS ini diduga kuat bertujuan untuk mempersiapkan pengalihan kargo minyak mentah melalui transfer antar-kapal kepada pihak perantara sebelum kargo tersebut dikirimkan ke China. Dengan mematikan sistem pemantau otomatis ini, kapal beroperasi secara samar untuk menghindari deteksi langsung.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Langkah berikutnya adalah pergerakan melalui jaringan kapal dengan identitas samaran. Data satelit mencatat sejak awal tahun ini terdapat 62 kapal yang memancarkan identitas palsu atau mematikan sistem pelacakan mereka saat bergerak di antara wilayah Teluk, EOPL, Hong Kong, hingga ke China utara. Menurut Direktur Proyek Pemantauan Keamanan Maritim SeaLight Stanford University, Ray Powell, kapal-kapal ini merupakan bagian dari jaringan perantara yang memfasilitasi penjualan minyak ke kilang-kilang tujuan. Di area EOPL sendiri, pakar keamanan maritim dari YCAPS, Charlie Brown, menyebutkan bahwa pada hari biasa bisa terdapat hingga 200 kapal yang berlabuh, dengan perkiraan setengah dari jumlah tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan jaringan minyak Iran. Data satelit pada hari Kamis menunjukkan sedikitnya 18 kapal tanker berbendera Iran dan 50 kapal yang dijatuhi sanksi Amerika Serikat atau Uni Eropa tetap beroperasi di wilayah tersebut.

Baca Juga

Penyebab Turunnya Produksi Minyakita dan Hubungannya dengan Ekspor CPO Menurut Kemendag

Penyebab Turunnya Produksi Minyakita dan Hubungannya dengan Ekspor CPO Menurut Kemendag

Langkah ketiga melibatkan pemilihan pembeli yang tidak rentan terhadap sanksi keuangan global. Minyak mentah yang telah ditransfer kemudian dikirimkan ke kilang-kilang minyak independen skala kecil di China yang dikenal dengan sebutan kilang teapot. Kilang-kilang ini menjadi pembeli utama karena menawarkan keunggulan struktural, yaitu relatif tidak terpapar oleh sistem keuangan Amerika Serikat jika dibandingkan dengan BUMN energi raksasa China seperti CNPC, Sinopec, dan CNOOC. Guna melindungi kelangsungan bisnis domestik ini, pemerintah China memblokir sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat terhadap lima kilang teapot pada akhir April lalu.

Langkah keempat adalah penggunaan infrastruktur pembayaran alternatif untuk menyelesaikan transaksi keuangan secara aman dari pengawasan barat. Penjualan minyak mentah ini didukung oleh Sistem Pembayaran Antarbank Lintas Batas atau CIPS milik China. Melalui sistem CIPS ini, pembayaran dapat dilakukan menggunakan mata uang yuan di luar jaringan SWIFT yang dipantau ketat oleh otoritas Amerika Serikat. Jalur transaksi non-SWIFT ini meminimalkan risiko intervensi keuangan eksternal terhadap aliran dana perdagangan minyak tersebut.

Baca Juga

Pemerintah Wajibkan Tiap Rumah Subsidi Tanam Pohon dan Buka Opsi KPR 40 Tahun

Pemerintah Wajibkan Tiap Rumah Subsidi Tanam Pohon dan Buka Opsi KPR 40 Tahun

Langkah terakhir adalah penyamaran dokumen pengiriman pada laporan resmi bea cukai negara importir. Laporan resmi bea cukai China menyamarkan transaksi ini dengan tidak melaporkan adanya impor minyak langsung dari Iran, melainkan mengklasifikasikannya sebagai impor dari Malaysia. Hal ini terlihat dari data impor China dari Malaysia yang melonjak jauh melebihi kapasitas produksi minyak riil negara Malaysia sendiri. Melalui skema ini, Iran tercatat mengekspor sekitar 1,4 juta barel minyak per hari ke China pada tahun lalu.

Meskipun mekanisme ini terus berjalan, terdapat batasan dan risiko regulasi yang perlu diperhatikan. Pada bulan Juni lalu, pemerintah Malaysia telah mengamendemen Undang-Undang ZEE untuk menindak tegas aktivitas lego jangkar ilegal, pengisian bahan bakar atau bunkering, serta transfer kargo tanpa izin di wilayah perairan mereka. Selain itu, efektivitas perdagangan ini tetap dipengaruhi oleh dinamika konflik global. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa pembelian minyak mentah Iran oleh kilang-kilang China telah mengalami penurunan sekitar 40 persen sejak pecahnya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran selama lima bulan terakhir, serta adanya blokade angkatan laut Amerika Serikat pada pelabuhan Iran yang berlanjut sejak 14 Juli.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalperdagangan minyakcipseopl malaysiatransaksi keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Penyaluran KPR Subsidi di Batang dan Arahan Strategis Presiden PrabowoAntisipasi Dampak Geopolitik Timur Tengah dan Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Sektor PerumahanSolusi Keuangan Pemerintah Daerah dan Kepastian Gaji PPPK Tanpa PHKMendorong Energi Terbarukan untuk Memperkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir dan PedesaanPeluang Ekonomi Baru Lewat Bioenergy Lestari Pertamina yang Diakui DuniaUpaya Perbaikan Ekuitas, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk Jual Empat Kapal TundaNilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18.050 per Dolar AS, The Fed Tahan Suku Bunga AcuanAlasan Bursa Efek Indonesia Menghentikan Sementara Perdagangan Saham RGAS

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Antisipasi Dampak Geopolitik Timur Tengah dan Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Sektor Perumahan

Ekonomi Makro

Antisipasi Dampak Geopolitik Timur Tengah dan Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Sektor Perumahan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap