tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Global

Memahami Ekonomi Pasar Gelap Alutsista dan Jalur Penyelundupan Senjata Cosa Nostra

Wulan WijayaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Ekonomi Pasar Gelap Alutsista dan Jalur Penyelundupan Senjata Cosa Nostra
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Dalam lanskap ekonomi global, perputaran dana tidak hanya terjadi pada sektor formal yang diatur oleh negara, tetapi juga mengalir deras di pasar gelap melalui perdagangan komoditas ilegal bernilai tinggi. Salah satu komoditas yang kini mendominasi pasar bawah tanah Eropa adalah alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang berasal dari zona konflik. Kelompok kejahatan terorganisasi asal Italia, Cosa Nostra, yang juga dikenal luas sebagai Mafia Sisilia, dilaporkan tengah berupaya memanfaatkan situasi ini. Mereka mengincar dan berusaha membeli sebagian dari sekitar 800.000 pucuk senjata api beserta perlengkapan militer lainnya. Ratusan ribu aset militer tersebut berstatus hilang atau dicuri dari wilayah Ukraina sejak tahun 2022, yang pada akhirnya menciptakan peluang ekonomi gelap berskala masif bagi jaringan kriminal internasional.

Skala perputaran barang ilegal di pasar gelap ini tercatat sangat besar dan secara langsung memengaruhi stabilitas keamanan di berbagai negara Eropa. Berdasarkan publikasi dari surat kabar Italia, Il Fatto Quotidiano, sebanyak 780.465 unit persenjataan yang pada awalnya dikirim ke Ukraina telah dinyatakan raib tanpa jejak. Tren kehilangan aset militer ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Sebagai gambaran nyata, sekitar 149.000 unit persenjataan dilaporkan hilang hanya dalam kurun waktu lima bulan pertama pada tahun 2026. Sebagian besar dari persenjataan yang masuk ke rantai pasok ilegal tersebut merupakan pasokan militer dari negara-negara Eropa yang pada mulanya ditujukan semata-mata untuk memperkuat pertahanan Kiev.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Baca Juga

Cara Mengantisipasi Dampak Ketegangan Geopolitik Asia terhadap Bisnis dan Aset Digital Anda

Cara Mengantisipasi Dampak Ketegangan Geopolitik Asia terhadap Bisnis dan Aset Digital Anda

Komoditas senjata ilegal yang kini membanjiri pasar gelap Eropa tidak hanya terbatas pada senjata api ringan, melainkan mencakup berbagai peralatan tempur bernilai tinggi seperti senapan serbu, bahan peledak, hingga drone militer canggih. Cosa Nostra secara aktif mencoba membangun apa yang disebut sebagai persenjataan berkualitas dengan memanfaatkan celah distribusi ini. Organisasi kriminal tersebut dilaporkan telah berhasil mendapatkan akses ke senapan jenis AK-47 serta pasokan bahan peledak berdaya ledak tinggi. Lebih jauh lagi, mereka juga sedang berupaya memperoleh teknologi persenjataan yang lebih mutakhir, termasuk drone pembuat ranjau. Menanggapi ancaman ini, Kepala Jaksa Palermo, Maurizio de Lucia, dengan tegas menyatakan bahwa otoritas keamanan Italia saat ini dalam kondisi tidak siap untuk menghadapi sistem senjata secanggih itu jika sepenuhnya dikuasai oleh jaringan mafia.

Tingginya aktivitas perdagangan di pasar gelap ini didorong oleh beberapa faktor utama, termasuk kerahasiaan informasi dan celah korupsi yang memfasilitasi transaksi bernilai jutaan dolar. Aparat penegak hukum Eropa mengalami kesulitan besar dalam melacak arus peredaran persenjataan karena pemerintah negara-negara Barat secara ketat merahasiakan rincian pengiriman militer mereka ke Ukraina. Situasi ini diperburuk oleh temuan dari berbagai investigasi terbaru yang membongkar praktik penjualan peralatan militer ilegal senilai jutaan dolar. Investigasi tersebut juga mengungkap adanya pencurian kontrak perbaikan militer serta penyalahgunaan dana pengadaan drone. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyoroti masalah ini dengan menjelaskan bahwa sebagian senjata yang dipasok ke Kiev tidak pernah sampai ke tujuan akhir akibat maraknya korupsi, sehingga barang-barang tersebut justru beralih ke tangan pembeli di pasar gelap.

Baca Juga

Rincian Harga BBM Pertamax per 1 Agustus 2026 dan Cara Memaksimalkan Promo MyPertamina

Rincian Harga BBM Pertamax per 1 Agustus 2026 dan Cara Memaksimalkan Promo MyPertamina

Dampak dari kebocoran rantai pasok alutsista ini telah memperluas jangkauan pasar gelap hingga ke berbagai wilayah di luar zona konflik utama, menciptakan jaringan distribusi ilegal lintas benua. Badan Kepolisian Eropa atau Europol sebenarnya telah melaporkan adanya aktivitas penyelundupan senjata ke wilayah Uni Eropa sejak tahun 2022. Saat ini, negara-negara seperti Finlandia, Denmark, Swedia, Belanda, dan Spanyol telah mengonfirmasi bahwa senjata yang dipasok untuk Kiev telah beredar luas dan jatuh ke tangan kelompok kriminal lokal di wilayah mereka. Selain di benua Eropa, pejabat Rusia menuduh Ukraina turut memasok persenjataan dan keahlian operasional drone kepada kelompok militan di Afrika. Tuduhan ini sejalan dengan pernyataan resmi dari Pemerintah Mali yang menyebutkan bahwa Kiev telah memberikan pasokan drone kamikaze kepada organisasi teroris yang beroperasi di kawasan Sahel.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pasar GelapCosa NostraAlutsistaPenyelundupan SenjataKeamanan Global

Berita Terbaru Lainnya

Laba Bersih RAJA Melonjak 88 Persen pada Semester I-2026 Ditopang Proyek StrategisBank Indonesia Minta Perbankan Konsisten Pacu Kredit dan Hindari Penumpukan Dana di SBNMemahami Laju IHSG, Faktor Pendorong Penguatan Indeks Mendekati Level Tertinggi HarianPresiden Prabowo Subianto Temui Pengusaha Kadin Pusat dan Daerah di Istana NegaraStrategi Konsolidasi PT Pollux Hotels Group Tbk Hadapi Era Suku Bunga Tinggi pada 2026Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB SidoarjoPenerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai KartanegaraRincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap Tiga

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap