Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI secara resmi menghadiri pembukaan Pertemuan Teknis dan Sidang ke-39 Kelompok Kerja Bersama atau Jawatankuasa Kerja Bersama (KK/JKK) Sosek Malindo. Pertemuan tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Peringkat Negeri Sarawak ini diselenggarakan secara langsung di Hotel Novotel Pontianak. Agenda utama pembukaan sidang tersebut berlangsung pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Kehadiran BNPP RI dalam forum bilateral ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat kolaborasi pengelolaan kawasan perbatasan antara Republik Indonesia dan Malaysia. Forum ini memegang peranan esensial sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan berbagai kebijakan lintas sektor. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi guna mendukung pembangunan kawasan perbatasan yang lebih berkelanjutan.
Sidang ke-39 KK/JKK Sosek Malindo ini mencatatkan tingkat partisipasi yang tinggi dengan total 257 delegasi dari kedua negara. Delegasi Republik Indonesia berjumlah 151 orang, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harrison, sebagai Ketua Delegasi Indonesia. Sementara itu, delegasi dari Negeri Sarawak, Malaysia, berjumlah 106 orang dan dipimpin oleh Awang Mohammad Fadillah selaku Pengarah Unit Perancang Ekonomi Sarawak. Forum ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi lainnya, termasuk Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman serta Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan. Tingginya angka partisipasi dari kedua negara mencerminkan komitmen kuat untuk terus mempererat hubungan persahabatan sekaligus menjawab berbagai isu strategis yang ada di kawasan perbatasan secara bersama-sama.
Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Hotspot

Rangkaian kegiatan Sosek Malindo ke-39 ini diselenggarakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 27 hingga 30 Juli 2026. Seluruh agenda telah disusun secara komprehensif, meliputi kegiatan pra-sidang, pelaksanaan sidang tim teknis, hingga acara pembukaan sidang utama. Tidak hanya berfokus pada diskusi formal, rangkaian acara ini juga mencakup pengenalan potensi wisata serta kekayaan budaya Kota Pontianak kepada seluruh anggota delegasi Malaysia. Kedekatan geografis dan kesamaan budaya antara Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Hal ini sejalan dengan kondisi wilayah yang hanya dibatasi oleh patok batas negara, sementara latar belakang budayanya relatif serupa, sehingga diplomasi budaya menjadi pendekatan yang sangat relevan.
Dalam konteks pergerakan ekonomi regional, pembahasan dalam sidang ini memberikan penekanan pada berbagai sektor strategis yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi perbatasan. Sektor-sektor yang dibahas meliputi sosial budaya, ekonomi, perdagangan, perhubungan, hingga aspek keselamatan, keamanan, dan pengelolaan kawasan perbatasan. Forum tahun ini secara khusus memprioritaskan penguatan kerja sama di kawasan perbatasan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Di samping itu, agenda sidang juga difokuskan pada penyelesaian isu ketenagakerjaan warga negara Indonesia di Malaysia, serta upaya diplomasi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru serta iklim perdagangan yang saling menguntungkan bagi penduduk di sekitar garis batas kedua negara.
Spesifikasi 3 Heli Chinook yang Dikirim Jepang Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Dalam pertemuan teknis, terdapat sejumlah perkembangan signifikan yang menjadi perhatian bersama delegasi Indonesia dan Malaysia. Salah satu kesepakatan krusial adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terkait pemulasaran dan pengiriman jenazah lintas negara. Selain itu, kedua belah pihak juga membahas rencana peningkatan kapasitas pasokan listrik dari Sarawak menuju Kalimantan Barat. Pada aspek infrastruktur perbatasan, terdapat rencana pembukaan Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano dan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang ditargetkan pada bulan Agustus 2026. Menjelang tenggat waktu tersebut, BNPP RI terus melakukan koordinasi secara berkala dan intensif bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat serta BPPD Kabupaten Sambas. Sinergi ini bertujuan untuk mematangkan rencana pelaksanaan peluncuran awal pembukaan perlintasan PLB Temajuk dan PKS Telok Melano bersama Pemerintah Malaysia.






