tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Properti & Investasi

Memaksimalkan Peluang Bisnis dan Investasi Properti di Kawasan TOD Jakarta

Wahyu SuryaniDiterbitkan 2 Agu 2026 - 09.50 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memaksimalkan Peluang Bisnis dan Investasi Properti di Kawasan TOD Jakarta
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pembangunan proyek berbasis Transit-Oriented Development (TOD) saat ini sedang marak dilakukan di berbagai wilayah Jakarta. Konsep TOD pada dasarnya merupakan sebuah sistem pengembangan kawasan yang mengintegrasikan sarana transportasi publik secara langsung dengan unit hunian, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, serta area komersial dalam satu zona yang terpadu. Menurut Anton Sitorus, Head of Research & Consulting di CBRE Indonesia, konsep ini kini tidak lagi sekadar menjadi infrastruktur transportasi biasa. TOD telah berkembang menjadi instrumen utama untuk menciptakan nilai tambah bagi suatu kawasan sekaligus meningkatkan nilai properti di sekitarnya. Pergeseran fungsi dari sekadar fasilitas transportasi menjadi penciptaan nilai properti ini sebenarnya sudah terbukti dan terjadi di berbagai wilayah maju, seperti Singapura dan Hong Kong.

Bagi para pengembang properti yang ingin memaksimalkan efisiensi proyek mereka, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan berbagai insentif dari pemerintah secara optimal. Pemerintah saat ini memberikan sejumlah insentif khusus bagi para pengembang yang bersedia membangun proyek dengan konsep TOD di ibu kota. Salah satu bentuk insentif utama yang diberikan adalah peningkatan batas Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Melalui peningkatan nilai KLB ini, pengembang mendapatkan izin resmi untuk mendirikan bangunan yang jauh lebih tinggi dari standar reguler. Dampak positifnya, jumlah unit hunian yang dapat dibangun di atas satu lahan akan bertambah secara signifikan, sementara tingkat efisiensi proyek secara keseluruhan juga ikut meningkat tajam.

Langkah kedua ditujukan bagi para investor properti yang perlu menyesuaikan strategi investasi mereka berdasarkan parameter penilaian yang baru. Di masa mendatang, tren kenaikan harga properti di Jakarta diperkirakan akan lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas kemudahan akses transportasi publik yang tersedia di kawasan tersebut. Faktor ini diproyeksikan akan lebih mendominasi jika dibandingkan dengan posisi atau lokasi fisik properti itu sendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi para investor untuk secara cermat menganalisis tingkat konektivitas dan integrasi transportasi saat memilih aset properti, sehingga nilai investasi yang ditanamkan memiliki potensi untuk tumbuh secara maksimal seiring berjalannya waktu.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Bagi para pelaku bisnis dan perusahaan yang sedang mencari ruang kerja baru, langkah ketiga adalah memprioritaskan pemilihan lokasi kantor yang terintegrasi langsung dengan transportasi umum. Gedung perkantoran yang memiliki koneksi langsung dengan fasilitas transportasi publik terbukti jauh lebih menarik bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini terutama sangat berlaku bagi pekerja dari generasi muda, seperti kaum milenial dan Gen Z, yang cenderung menghindari kemacetan dan lebih memilih kepraktisan mobilitas harian menggunakan angkutan umum. Dengan menempatkan lokasi kantor di kawasan TOD, perusahaan dapat lebih mudah menarik minat talenta-talenta unggulan untuk bergabung.

Sementara itu, bagi para pelaku usaha ritel, langkah keempat adalah mengarahkan fokus ekspansi bisnis ke pusat-pusat perbelanjaan yang terintegrasi penuh dengan kawasan TOD. Pusat perbelanjaan yang terhubung langsung dengan sistem transportasi massal ini memiliki potensi yang sangat besar untuk mengalami peningkatan jumlah kunjungan konsumen secara drastis. Aliran pengguna transportasi publik yang melintasi kawasan tersebut setiap harinya dapat menjadi target pasar potensial yang sangat menguntungkan. Integrasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kawasan komersial sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih luas bagi para pemilik gerai ritel di dalamnya.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Secara keseluruhan, pengembangan proyek TOD juga dipandang sebagai solusi strategis untuk menghadapi tantangan perkembangan tata kota Jakarta. Saat ini, kondisi ibu kota dinilai tidak lagi memungkinkan untuk terus melebar ke area luar atau mengalami apa yang disebut sebagai fenomena urban sprawl. Dengan menciptakan pengembangan kawasan yang jauh lebih padat dan saling terintegrasi dalam satu titik, konsep TOD diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan tingginya angka kemacetan lalu lintas. Pada saat yang bersamaan, pengembangan kawasan yang terpusat ini juga diyakini mampu menurunkan tingkat polusi udara, sehingga menciptakan ekosistem perkotaan dan perputaran ekonomi yang lebih baik.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Transportasi PublikInvestasi Propertipeluang bisnisEkonomi PerkotaanTOD Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap