Sebelum jaringan jalur darat terbuka, masyarakat di wilayah Solok Selatan sangat bergantung pada aliran sungai untuk bepergian. Rakit menjadi sarana penyeberangan utama bagi warga yang hendak keluar dari pemukiman mereka guna memenuhi kebutuhan mobilitas harian.
Perubahan konektivitas mulai terwujud seiring masuknya pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. General Estate Manager PT Kencana Sawit Indonesia (KSI) Wilmar Group, Hari Purnama, memandang pembangunan infrastruktur fisik memberi dampak langsung terhadap kelancaran hidup masyarakat sekitar, termasuk melalui pembangunan sarana jembatan penghubung yang membuka akses wilayah terisolasi.
Perawatan Akses Jalan dan Fasilitas Desa
Selain jembatan, penataan jalur darat dilakukan secara berkala pada jalan-jalan penghubung di pemukiman. Di kawasan Sungai Kunyit, ruas jalan yang sebelumnya berupa tanah kini diratakan dan dirawat secara rutin menggunakan alat berat milik perusahaan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kondisi lingkungan sekitar jalan juga menjadi perhatian saat musim kemarau panjang tiba. Armada truk tangki air dikerahkan secara berkala untuk membasahi jalan kampung demi menekan sebaran debu yang berpotensi mengganggu pernapasan serta kegiatan warga. Dukungan fasilitas umum lainnya mencakup pengerasan halaman kantor desa menggunakan lapisan beton, di samping partisipasi dalam agenda kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan.
Pembenahan SMPN 20 Talao dan Akses Pendidikan
Peningkatan taraf hidup warga Solok Selatan juga menyasar sektor pendidikan melalui pembinaan SMPN 20 Talao yang berjarak sekitar 30 menit dari area perkebunan. Mulai Desember 2024, sekolah ini menjalani proses rehabilitasi fasilitas secara menyeluruh, mencakup perbaikan tujuh ruang kelas, satu ruang guru, serta penataan area taman.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kepala SMPN 20 Talao, Mazwir, menjelaskan bahwa perbaikan fisik gedung memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Saat ini tercatat sebanyak 197 siswa menempuh pendidikan di sekolah tersebut, dengan komposisi sekitar 80 persen merupakan anak-anak dari karyawan PT KSI.
Untuk menjamin kelancaran belajar, para siswa difasilitasi transportasi bus sekolah yang beroperasi setiap hari. Di samping itu, perusahaan merekrut tenaga pendidik dari kalangan lulusan sarjana pendidikan dan menanggung gaji mereka secara langsung, sehingga anak-anak pekerja setempat dapat mengenyam pendidikan tingkat menengah tanpa dipungut biaya.






