Langkah ekspansi bisnis yang signifikan tengah dipersiapkan oleh emiten produsen gula, PT Aman Agrindo Tbk (GULA). Perusahaan ini sedang menjalankan tiga proyek strategis yang diharapkan dapat mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ini. Rencana besar ini mencakup pembangunan pabrik baru, pengembangan fasilitas pengolahan, hingga rencana akuisisi pabrik yang sudah berjalan. Bagi para pelaku pasar dan investor, mencermati langkah strategis dari emiten berkode saham GULA ini memerlukan analisis yang mendalam untuk memetakan potensi pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan.
Proyek pertama yang menjadi fokus PT Aman Agrindo Tbk berlokasi di Pandeglang, Banten. Di wilayah ini, perusahaan tengah membangun sebuah pabrik gula baru yang ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini. Pabrik baru di Pandeglang tersebut dirancang untuk memiliki kapasitas giling sebesar 500 ton tebu per hari. Untuk mendukung keberlangsungan operasional pabrik, proyek ini juga mencakup pengembangan perkebunan tebu yang dijalankan melalui pola kemitraan inti dan plasma. Target awal untuk lahan perkebunan ini adalah seluas 1.250 hektare, dengan potensi pengembangan jangka panjang yang dapat mencapai hingga 15.000 hektare.
Proyek kedua terletak di Sragen, Jawa Tengah. Di daerah ini, PT Aman Agrindo Tbk bersiap untuk melakukan akuisisi terhadap pabrik gula merah yang saat ini sudah beroperasi. Pabrik gula merah di Sragen tersebut memiliki kapasitas giling yang cukup besar, yaitu mencapai 1.000 ton tebu per hari. Salah satu karakteristik penting dari pabrik ini adalah seluruh pasokan bahan bakunya diperoleh sepenuhnya dari petani tebu lokal melalui pola kemitraan plasma. Nilai transaksi untuk merealisasikan akuisisi pabrik di Sragen ini diperkirakan mencapai nilai yang cukup besar, yaitu sekitar Rp350 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sementara itu, proyek strategis ketiga dikembangkan di wilayah Riau. Di provinsi tersebut, perusahaan sedang mengembangkan fasilitas pengolahan raw sugar (gula mentah) untuk menghasilkan produk akhir berupa gula kristal putih. Fasilitas pengolahan di Riau ini direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 600 ton per hari. Guna menjamin ketersediaan bahan baku pengolahan, pengembangan fasilitas di Riau ini didukung oleh potensi area perkebunan tebu yang memiliki luas mencapai 5.140 hektare.
Untuk mendanai berbagai langkah ekspansi tersebut, PT Aman Agrindo Tbk memanfaatkan dana yang diperoleh dari aksi korporasi Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang telah diselenggarakan pada Agustus 2022 lalu. Dari aksi korporasi tersebut, perusahaan berhasil mengumpulkan total dana hasil penawaran umum bersih sebesar Rp50,34 miliar. Berdasarkan data laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2026, realisasi penggunaan dana hasil IPO tersebut telah mencapai sekitar Rp49,13 miliar atau setara dengan sekitar 98 persen dari keseluruhan dana bersih yang diperoleh.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dengan realisasi tersebut, sisa dana hasil IPO yang belum digunakan tercatat sebesar kurang lebih Rp1,22 miliar. Sisa dana ini untuk sementara waktu ditempatkan oleh perusahaan pada instrumen perbankan. Jika membandingkan sisa dana IPO sebesar Rp1,22 miliar dengan estimasi nilai transaksi akuisisi pabrik di Sragen yang mencapai Rp350 miliar, terlihat adanya kebutuhan pendanaan tambahan yang signifikan. Oleh karena itu, perkembangan pengerjaan ketiga proyek strategis ini beserta skema pembiayaan berikutnya menjadi hal penting yang patut terus dipantau oleh para pemangku kepentingan.






