Suntikan dana segar senilai Rp4,8 triliun (sekitar US$270 juta) dari raksasa jasa keuangan asal Jepang, SBI Holdings, kepada Ajaib Group menjadi bukti nyata bahwa minat investor global terhadap ekosistem digital Indonesia masih sangat kuat. Transaksi ini tercatat sebagai putaran pendanaan terbesar bagi perusahaan teknologi di Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir.
Nilai investasi tunggal yang dikantongi platform investasi ritel tersebut bahkan setara dengan sekitar 80 persen dari total pendanaan yang dihimpun oleh seluruh industri rintisan (startup) di Indonesia sepanjang tahun 2025 yang hanya mencapai US$340 juta. Sebagai perbandingan, pendanaan startup di Tanah Air sempat menyentuh angka US$9,44 miliar pada 2021 sebelum mengalami penurunan tajam.
Dorongan Kuat dari Pertumbuhan Investor Domestik
Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, mengonfirmasi transaksi strategis dari entitas yang tercatat di Bursa Efek Tokyo tersebut. Masuknya modal asing ini menggenapkan total modal yang berhasil dihimpun Ajaib sejak awal berdiri melampaui US$500 juta.
Menariknya, keyakinan investor asing ini terealisasi di tengah tren arus modal asing portofolio yang sempat keluar dari pasar keuangan Indonesia. Kepercayaan pemodal global ditopang oleh pesatnya pertumbuhan partisipasi investor domestik di dalam negeri.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Berdasarkan data pasar modal Indonesia per 7 Agustus 2026, tercatat penambahan 9,9 juta investor baru selama delapan bulan pertama 2026. Angka tersebut mendongkrak total investor pasar modal menjadi 30,30 juta orang, atau tumbuh sekitar 49 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Dari jumlah tersebut, investor saham telah menembus lebih dari 10 juta orang.
Struktur pasar modal Indonesia kini didominasi oleh kekuatan ritel lokal: - Sebanyak 99,8 persen dari total investor pasar modal merupakan investor ritel. - Sebanyak 99,84 persen investor berasal dari dalam negeri. - Lebih dari separuh investor saham individu saat ini berusia di bawah 30 tahun.
Potensi Penetrasi dan Rencana Ekspansi
Co-Founder dan CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, mengungkapkan bahwa saat ini platformnya telah melayani lebih dari 6 juta pengguna yang mayoritas merupakan pemodal ritel. Pertumbuhan basis pengguna ini didorong oleh kemudahan akses tanpa setoran minimum lewat ponsel pintar, khususnya bagi masyarakat di kota-kota lapis kedua dan ketiga yang menyisihkan sebagian pendapatan rutin mereka.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ruang ekspansi industri keuangan digital di Indonesia dinilai masih sangat lebar. Indonesia memiliki lebih dari 100 juta angkatan kerja, sedangkan jumlah masyarakat yang memiliki rekening saham baru berada di kisaran 10 juta orang.
Meski kini telah beroperasi di sejumlah pasar Asia Tenggara, Ajaib mengarahkan porsi terbesar dari pendanaan baru ini untuk pasar Indonesia. Manajemen menyatakan alokasi modal akan difokuskan pada penguatan berbagai lini bisnis, perluasan rekrutmen tenaga kerja lokal, serta program pengembangan talenta digital di dalam negeri.






