Ketidakstabilan sosial dan konflik komunal merupakan salah satu risiko non-pasar terbesar yang wajib diantisipasi oleh para pelaku ekonomi dan bisnis. Dalam era ekonomi digital yang sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok fisik, gangguan keamanan di tingkat lokal dapat melumpuhkan aktivitas komersial suatu wilayah dalam sekejap. Ketika ketegangan sosial berujung pada bentrokan fisik, dampaknya tidak hanya merugikan tatanan masyarakat tetapi juga merusak iklim usaha secara keseluruhan. Peristiwa kerusuhan komunal yang terjadi di Nepal baru-baru ini menjadi contoh nyata sekaligus studi kasus bagaimana eskalasi konflik lokal dapat memicu krisis keamanan yang berdampak langsung pada operasional bisnis, infrastruktur publik, dan perdagangan di wilayah terdampak.








