PT Remitra Global International Tbk (MKNT), emiten telekomunikasi yang sebelumnya beroperasi dengan nama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi menyambut pengendali baru sekaligus merampungkan aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) senilai Rp1,024 triliun.
Keputusan strategis tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026. Rapat menyetujui enam agenda utama, mencakup pelaksanaan PMTHMETD, perubahan nama perseroan, penetapan pengendali baru, penyesuaian Anggaran Dasar, serta perombakan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Skema Restrukturisasi dan Injeksi Modal
Penambahan modal jumbo senilai Rp1,024 triliun tersebut dieksekusi melalui kombinasi konversi liabilitas dan setoran modal tunai. Kewajiban perseroan kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau sebesar Rp668 miliar dan kepada PT Mantra Capital Persadan senilai Rp154,925 miliar resmi dikonversi menjadi saham baru.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain restrukturisasi kewajiban, perseroan juga menerima suntikan dana tunai sebesar Rp200 miliar yang berasal dari lima investor independen, ditambah dana segar senilai Rp1,5649 miliar dari PT Mantra Capital Persadan. Masuknya dana dan konversi utang ini secara langsung memulihkan posisi neraca perseroan hingga ekuitas kembali tercatat positif.
Struktur Pengendali dan Manajemen Baru
Sebagai akibat hukum langsung dari pelaksanaan PMTHMETD, PT Headwell Bintang Energi Hijau resmi mengambil alih posisi sebagai pengendali baru Remitra Global International. Handoyo Setiawan ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari entitas pengendali tersebut.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Langkah permodalan ini memperkuat transformasi bisnis perseroan setelah sebelumnya, pada 29 Mei 2026, perseroan menyelesaikan akuisisi dua entitas operasional: PT Citra Baru Steel yang bergerak di sektor manufaktur baja tulangan, serta PT Radja Udang Malingping yang mengelola budidaya tambak udang.
RUPSLB turut meresmikan jajaran pengurus baru. Handoyo Setiawan dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi Erry Firmansyah sebagai Komisaris Independen dan Idrus Marham sebagai Komisaris. Sementara di jajaran eksekutif, Santoso Widjojo ditunjuk memimpin perseroan sebagai Direktur Utama bersama Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur.






