Krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 pada 2020 mendorong Zulhaida Sitanggang mengambil langkah besar dalam hidupnya. Mantan guru yang sempat mengalami pemotongan honor mengajar ini memutuskan berhenti dari profesinya dan mulai merintis usaha dari rumah untuk menopang kebutuhan keluarga.
Langkah awalnya dimulai secara sederhana dengan memanfaatkan tumpukan piring dan gelas retak yang dihias menggunakan lilitan kain bekas. Dua cangkir hias perdana yang ia pasarkan secara daring berhasil terjual seharga Rp 100.000. Dari keberhasilan tersebut, Zulhaida memperluas eksplorasi kreasinya dengan mengumpulkan limbah kulit jagung dari tempat sampah pasar tradisional dan mempelajarinya secara otodidak melalui video tutorial.
Kualitas produksinya kian matang setelah mendapatkan bimbingan teknis dari seorang perajin senior, khususnya dalam teknik pengolahan bahan agar tahan lama dan bebas jamur. Usaha kerajinan yang dinamai Aida Craft ini kemudian membawa Zulhaida bergabung dengan jaringan Asosiasi Eksportir Handicraft Indonesia, merampungkan program inkubasi UMKM tiga bulan, hingga mengantongi sertifikasi pelatih kerajinan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Dukungan Modal dan Pemberdayaan PNM Mekaar
Ekspansi usaha Aida Craft mendapat dorongan baru saat Zulhaida resmi bergabung menjadi nasabah pembiayaan PNM Mekaar pada 2024. Modal usaha dari PNM Mekaar dialokasikan langsung untuk memenuhi sarana produksi esensial, seperti pot dan lem.
Selain akses permodalan, Zulhaida memperoleh rangkaian pendampingan usaha terstruktur dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero), meliputi bimbingan Mba Maya, perluasan jaringan melalui program Klasterisasi, hingga pelatihan lanjutan lewat Mekaarpreneur. Kini, Aida Craft mempekerjakan dua orang karyawan dan mencatatkan omzet bulanan yang sempat menyentuh angka Rp 5.000.000.
Perluasan Dampak Sosial dan Pelatihan Komunitas
Kiprah Aida Craft tidak berhenti pada pengolahan limbah pasar. Zulhaida turut merambah pemanfaatan limbah plastik untuk program pemberdayaan kawasan pesisir, yang mempertemukannya dengan Ikatan Pemulung Indonesia hingga melatih 175 ibu rumah tangga di penjuru Kota Medan. Keterampilan ini juga mengantarkannya memenuhi undangan Bank Indonesia untuk mempelajari studi pengolahan limbah secara langsung di Bali.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Pemimpin Cabang PNM Medan Muhammad Wazir mencatat keaktifan Zulhaida yang kerap dipercaya menjadi pemateri kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi sesama nasabah Mekaar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan Johor, Berastagi, hingga Binjai. Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris turut mengapresiasi ketekunan nasabah dalam mengubah tantangan ekonomi menjadi unit usaha produktif.
Saat ini, Zulhaida tengah mempersiapkan program kursus kerajinan tangan di kediamannya yang difungsikan sebagai ruang pelatihan terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami keterampilan kriya berbasis limbah.






