tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Nasib Orangutan di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan dan Ancaman Ekologisnya

Andi SompaDiterbitkan 22 Agu 2026 - 09.13 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nasib Orangutan di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan dan Ancaman Ekologisnya
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Populasi orangutan Kalimantan kini menghadapi tantangan kelangsungan hidup yang kian berat akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) 2016, Kalimantan menjadi habitat bagi sekitar 57.350 individu orangutan borneo. Angka ini mencerminkan penurunan drastis hingga 80 persen dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun, mengingat estimasi Yayasan BOS mencatat keberadaan 288.500 individu pada tahun 1973. Sebaran satwa ini terbagi dalam tiga subspesies, yaitu Pongo pygmaeus wurmbii sebanyak kurang lebih 38.200 individu di Kalimantan Tengah dan Barat, Pongo pygmaeus pygmaeus dengan sekitar 4.520 individu di Kalimantan Barat dan Sarawak, serta Pongo pygmaeus morio yang berjumlah sekitar 14.630 individu di Kalimantan Timur dan Sabah.

Eskalasi kebakaran lahan kembali menempatkan habitat satwa endemik ini dalam posisi rentan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kemunculan 1.487 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan per Kamis (20/8). Sebaran titik panas terbanyak terkonsentrasi di Kalimantan Tengah dengan 767 titik dan Kalimantan Barat dengan 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik panas, serta Kalimantan Utara memiliki 3 titik. Sebaran api dilaporkan mulai mendekati kantong-kantong populasi penting, termasuk kawasan di sekitar Taman Nasional Sebangau dan wilayah Pulang Pisau.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Tekanan karhutla tidak hanya merusak vegetasi secara langsung, tetapi juga merusak rantai ekologis penyedia pakan orangutan. Kabut asap tebal mengganggu proses polinasi alami oleh lebah dan tanaman hutan, yang berdampak pada kegagalan pohon untuk berbunga dan berbuah. Paparan asap selama 2 hingga 3 bulan berpotensi memicu krisis ketersediaan pakan bagi satwa liar selama 6 hingga 7 bulan ke depan. Kerusakan kanopi dan pohon pakan juga membutuhkan waktu pemulihan yang sangat panjang, di mana satu pohon yang hangus memerlukan minimal 15 tahun perawatan untuk dapat kembali tumbuh.

Kondisi habitat yang terbakar dan terkepung asap memaksa orangutan bergerak keluar mencari perlindungan dan sumber makanan baru. Pergerakan ini kerap mengarahkan satwa liar ke area perkebunan serta pemukiman warga, seperti yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Meski sejauh ini belum ditemukan laporan kematian orangutan secara langsung akibat api鈥攂erbeda dengan temuan bangkai reptil seperti ular鈥攑ergeseran ruang hidup ini meningkatkan potensi gesekan dengan aktivitas manusia.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Operasi pemadaman dan mitigasi udara terus dikerahkan untuk menekan perluasan kebakaran di sekitar habitat satwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengoperasikan 20 unit armada udara di Kalimantan yang mencakup 12 helikopter water bombing berkapasitas besar, 5 helikopter patroli, dan 3 pesawat modifikasi cuaca. Dukungan tambahan juga datang dari TNI AU yang mengerahkan 3 pesawat Casa NC-212 dari Skadron Udara 4 pada Jumat (21/8) untuk memperkuat operasi teknologi modifikasi cuaca demi memicu hujan buatan di titik-titik rawan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

karhutlabnpb

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap