tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Negara "Raja Minyak" Krisis, Negara Gelap Gulita-Bensin Tak Ada

Wulan WijayaDiterbitkan 29 Agu 2026 - 00.21 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Negara "Raja Minyak" Krisis, Negara Gelap Gulita-Bensin Tak Ada
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Status sebagai pemilik cadangan minyak bumi terbesar di Benua Afrika tidak menjamin ketahanan energi dalam negeri Libya. Negara yang menyimpan sekitar 48 miliar barel cadangan minyak terbukti ini justru terperosok ke dalam krisis parah: pemadaman listrik berkepanjangan melumpuhkan berbagai kota dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) mendadak langka di stasiun pengisian.

Kondisi ini memukul langsung aktivitas masyarakat serta operasional usaha harian. Di tengah lonjakan suhu udara yang mendekati 50 derajat Celsius di sejumlah wilayah, warga kesulitan mendinginkan tempat tinggal maupun menjaga keberlangsungan bisnis. Ketergantungan pada mesin generator kian membebani karena harga perangkat melonjak tajam akibat lonjakan permintaan pasar, sementara pasokan bensin untuk menghidupkannya sangat terbatas.

Antrean kendaraan mengular di kawasan barat dan tengah Libya. Para pengemudi terpaksa menunggu hingga enam jam atau lebih di depan SPBU, dengan deretan mobil yang mengular hingga empat kilometer.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Ketimpangan Kilang dan Tekanan Impor

Secara kapasitas hulu, Libya mampu memproduksi sekitar 1,5 juta barel minyak mentah per hari dengan target ekspansi mencapai 2 juta barel per hari. Namun, sektor hilir negara tersebut mengalami disproporsi besar. Fasilitas pengolahan domestik hanya mampu memproduksi sepertiga dari total kebutuhan bahan bakar nasional.

Kesenjangan kapasitas itu memaksa pemerintah mendatangkan pasokan dari luar. Pada tahun lalu, nilai impor bahan bakar Libya tercatat menembus US$ 7,8 miliar atau setara Rp 138,06 triliun. Alokasi anggaran yang sangat besar untuk pengadaan BBM belum mampu menambal defisit distribusi secara berkelanjutan.

Gangguan pasokan fisik kian parah akibat instabilitas keamanan. Di Zawiya鈥攚ilayah yang berjarak sekitar 45 kilometer di sebelah barat Tripoli鈥攕ebuah reservoir utama berkapasitas sekitar 4,5 juta liter bensin terkena serangkaian serangan pesawat nirawak (drone). Kawasan ini telah lama dikenal sebagai titik rawan bentrokan bersenjata antarkelompok sekaligus simpul penyelundupan lintas batas untuk komoditas BBM, obat-obatan, dan migran.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sorotan atas Tata Kelola dan Evaluasi PBB

Sejumlah analis sektor energi serta perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai krisis pasokan dan listrik padam di Libya bersumber dari problem tata kelola kronis. Selain penyelundupan minyak mentah dan bahan bakar ke luar negeri, anggaran pemeliharaan pembangkit listrik dinilai kerap mengalami salah urus.

Utusan PBB untuk Libya, Hanna Tetteh, menegaskan bahwa pemadaman listrik skala luas mencerminkan dampak langsung dari fragmentasi kelembagaan politik, pengalihan sumber daya publik secara masif, dan minimnya investasi berkelanjutan pada infrastruktur dasar. Kombinasi faktor kelembagaan dan kerentanan distribusi ini membuat pasokan energi tetap rapuh meski negara berada di atas limpahan cadangan minyak mentah.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Krisis Energi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap