tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Ngeri, Segini Kerugian Negara Akibat Banjir Bandang Nepal

Ance ManoppoDiterbitkan 30 Agu 2026 - 00.03 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ngeri, Segini Kerugian Negara Akibat Banjir Bandang Nepal
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pemerintah Nepal memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi dan pemulihan infrastruktur pascabanjir bandang mencapai US$ 4 miliar hingga US$ 5 miliar atau sekitar Rp 70,8 triliun hingga Rp 88,5 triliun. Angka estimasi awal tersebut mencerminkan beban berat bagi keuangan negara, mengingat nilainya setara dengan hampir sepersepuluh dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Nepal.

Menteri Keuangan Nepal Swarnim Wagle menyampaikan bahwa angka tersebut masih merupakan taksiran sementara di tengah proses pendataan kerusakan yang masih berjalan di berbagai wilayah terdampak.

"Perkiraan awalnya adalah antara US$ 4 miliar hingga US$ 5 miliar. Hanya sebuah perkiraan," ujar Swarnim Wagle seraya menambahkan bahwa total kebutuhan perbaikan fisik diperkirakan berada di bawah skala rekonstruksi gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut pada 2015.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Dampak Kerusakan dan Sektor Energi yang Lumpuh

Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh runtuhnya gletser pada hari Rabu, yang seketika melepaskan volume besar batuan, es, lumpur, serta puing-puing material ke jaringan sungai pegunungan Himalaya. Sapuan air bah mematikan tersebut meratakan kawasan permukiman di wilayah perbatasan, memutus akses jalan raya utama, serta merobohkan sejumlah jembatan penting.

Selain kerugian fisik jalan dan jembatan, sektor energi nasional mengalami pukulan telak. Terjangan air dan endapan lumpur merusak sejumlah stasiun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) utama. Kerusakan pada fasilitas pembangkit ini melumpuhkan proyek-proyek kelistrikan vital yang memasok lebih dari 12 persen dari total kapasitas daya nasional Nepal.

Secara kemanusiaan, bencana lintas batas ini telah merenggut lebih dari 600 korban jiwa di wilayah Nepal dan Tibet, China. Hingga kini, lebih dari 2.000 orang dilaporkan masih hilang dan berada dalam pencarian tim penyelamat.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Tekanan bagi Struktur Perekonomian Nepal

Meskipun taksiran kerugian saat ini tidak melampaui biaya pemulihan pascagempa magnitudo 7,8 pada tahun 2015鈥攜ang kala itu menelan biaya US$ 9 miliar atau setara sepertiga ekonomi Nepal serta merenggut hampir 9.000 korban jiwa鈥攂encana kali ini tetap menjadi guncangan signifikan.

Perekonomian Nepal selama ini bertumpu pada tiga pilar utama: remitansi tenaga kerja di luar negeri, sektor pariwisata, dan produksi tenaga air. Kerusakan mendalam pada infrastruktur transportasi dan fasilitas PLTA dipastikan akan membebani fiskal negara dan menghambat produktivitas ekonomi dalam jangka menengah selagi penilaian kerugian total terus dirampungkan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturNepal

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap