tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Nilai Ekspor Kopi Olahan Indonesia Tembus Rp 12,3 Triliun, Ini Peluang Produk Lokal di Pasar Global

Retno PurwantoDiterbitkan 10 Agu 2026 - 12.55 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Nilai Ekspor Kopi Olahan Indonesia Tembus Rp 12,3 Triliun, Ini Peluang Produk Lokal di Pasar Global
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Nilai ekspor kopi olahan Indonesia mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menembus angka US$ 692 juta atau setara dengan Rp 12,33 triliun pada 2025. Perhitungan nilai tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 17.810 per dolar AS. Angka ekspor ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,36% jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Melalui perkembangan industri pengolahan yang terus berjalan ini, Indonesia berhasil mengukuhkan posisinya sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia. Angka-angka ini mencerminkan betapa besarnya ketertarikan masyarakat global terhadap cita rasa kopi hasil olahan tanah air.

Di luar sektor kopi, komoditas perkebunan lain seperti kakao juga memberikan kontribusi yang tidak kalah penting bagi perekonomian nasional. Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen produk olahan kakao terbesar keempat di dunia. Selain itu, dalam hal penyediaan bahan baku, Indonesia juga menempati posisi sebagai produsen biji kakao terbesar ketujuh di dunia. Kekuatan di sektor hulu dan hilir ini menunjukkan bahwa potensi hilirisasi komoditas perkebunan Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat untuk bersaing di pasar internasional.

Sektor hortikultura juga menunjukkan performa ekspor yang cukup signifikan sepanjang 2025 dengan total nilai mencapai US$ 544,8 juta. Dari keseluruhan nilai tersebut, komoditas nanas kaleng muncul sebagai kontributor utama yang menyumbang hampir separuh dari total ekspor hortikultura Indonesia. Tingginya permintaan terhadap produk nanas kaleng ini membuktikan bahwa industri pengolahan buah lokal memiliki standar kualitas yang diakui secara global dan mampu memenuhi kebutuhan pasar luar negeri secara konsisten.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Jika melihat komoditas teh, peluang untuk melakukan ekspansi pasar global masih terbuka sangat lebar. Berdasarkan data pergerakan pasar, nilai pasar ekstrak teh global mengalami pertumbuhan dari US$ 3,6 juta pada 2019 menjadi US$ 5,6 juta pada 2025. Selain itu, segmen pasar suplemen teh hijau global juga menunjukkan angka yang sangat besar, mencapai US$ 909,9 juta pada 2025 dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai US$ 1,33 miliar pada 2033. Perkembangan pasar global ini memberikan indikasi kuat bahwa industri teh Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan daya saing dan memperluas pasar produk-produk olahan yang bernilai tambah.

Selain teh, potensi pengembangan produk olahan susu juga semakin terlihat menjanjikan. Indonesia memiliki peluang yang terus berkembang dalam menghasilkan produk olahan susu bernilai tambah, khususnya untuk produk-produk seperti keju dan gelato. Produk-produk olahan susu jenis ini tidak hanya memiliki pasar domestik yang loyal, tetapi juga berpotensi menarik minat pasar internasional yang mencari variasi rasa baru yang unik.

Sektor lain yang memberikan kontribusi ekspor cukup besar adalah industri hasil tembakau (IHT), di mana Indonesia kini menempati posisi sebagai eksportir produk tembakau terbesar keenam di dunia. Salah satu produk unggulan dalam kategori ini adalah cerutu premium yang diproduksi dengan menggunakan bahan baku tembakau lokal berkualitas tinggi, seperti tembakau Deli dan tembakau Besuki Na-Oogst (N.O.). Kualitas tembakau khas ini telah lama diakui oleh para penikmat cerutu di pasar internasional.

Baca Juga

Melanjut Rangkaian Regional, Apresiasi Pemda 2026 Hadir di Sulawesi

Melanjut Rangkaian Regional, Apresiasi Pemda 2026 Hadir di Sulawesi

Peluang industri masa depan juga datang dari sektor makanan fermentasi. Berdasarkan laporan dari Fortune Business Insights, nilai pasar pangan fermentasi global diperkirakan dapat mencapai US$ 788,33 juta pada 2025. Pasar ini diproyeksikan akan terus tumbuh hingga menembus angka US$ 1,2 miliar pada 2034. Bagi Indonesia, produk olahan fermentasi berbasis bahan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi subsektor industri baru yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi serta menghasilkan produk makanan yang kompetitif di pasar global.

Bagi para pelaku ekonomi digital, khususnya dalam ekosistem kreator, data pertumbuhan ekspor ini menyajikan banyak peluang untuk pembuatan konten kreatif dan kolaborasi bisnis panduan lokal. Para pembuat konten dapat mengangkat kisah di balik layar pembuatan produk ekspor unggulan ini, mulai dari proses pengolahan kopi, pembuatan keju lokal, hingga keunikan tembakau Besuki Na-Oogst (N.O.). Dengan menyajikan konten yang edukatif dan menarik mengenai produk lokal berstandar internasional, kreator konten dapat membantu memperkuat citra merek lokal sekaligus membuka peluang kemitraan pemasaran digital dengan para produsen yang ingin menjangkau pasar yang lebih luas.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  3. 3Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  4. 4Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  5. 5Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham PilihanInvestasi 路 12 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap