Penguatan koordinasi rantai pasok dan standarisasi mutu proyek konstruksi menjadi fokus utama PT Nindya Karya (Persero) dalam menjaga kelancaran operasional di lapangan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Strategic Partnership Forum (SPF) 2026 yang digelar di Gedung Nindya, Jakarta, pada 9 September 2026.
Forum yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh 60 perwakilan mitra bisnis. Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menyampaikan bahwa keberadaan mitra bisnis memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional dan pencapaian kinerja perseroan secara berkelanjutan. Pertemuan ini difungsikan sebagai agenda rutin untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, meninjau kebutuhan proyek, serta menyelaraskan aspek rantai pasok, mutu, dan tata kelola dengan kapasitas yang dimiliki para mitra.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Agenda hari pertama menitikberatkan pada pembahasan teknis pelaksanaan pekerjaan dan tata kelola keuangan. Project Director Divisi Gedung, Bayu Apriyadi, memaparkan materi terkait perkembangan proyek, pengalaman kerja di lapangan, serta evaluasi pembelajaran yang perlu diantisipasi untuk proyek-proyek mendatang. Pembahasan kemudian dilanjutkan ke ranah rantai nilai dan aspek finansial bersama Senior Vice President (SVP) Divisi Supply Chain Management (SCM) Cut Raisa dan SVP Divisi Keuangan Arista Febri Eriyawan. Forum hari pertama turut menghadirkan Dr. Ir. Bimo Prasetyo yang membawakan sesi berbagi pengetahuan bertajuk "Quality Excellence melalui Manajemen Strategic Partner".
Pada hari kedua forum, Nindya Karya memperkenalkan sistem baru bertajuk SISMAP (Sistem Manajemen QHSE Mitra Kerja Perorangan). Sosialisasi sistem ini dibawakan oleh Bayu Apriyadi bersama Project Director Divisi Infrastruktur 1 Djirzise Abdul Hakim serta SVP Divisi QHSE Dedikasi Firansyah.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Sesi kedua tersebut secara khusus melibatkan para mandor proyek yang bersentuhan langsung dengan pekerjaan fisik di lapangan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nindya Karya, Sri Haryanto, menegaskan bahwa mandor memegang peranan krusial dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek. Melalui sosialisasi SISMAP dan dialog langsung di forum ini, perseroan berupaya memastikan standar keselamatan kerja, mutu, dan integrasi rantai pasok berjalan konsisten hingga tingkat pelaksana terbawah.






