JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai program pembukaan rekening perbankan secara massal bagi masyarakat memiliki nilai strategis untuk memperkuat inklusi sekaligus menjaga keberlanjutan literasi finansial di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung penuh prinsip dasar dari inisiatif pemerintah tersebut. Program pembukaan rekening massal ini difokuskan pada dua segmen sasaran utama, yaitu generasi muda yang baru menginjak usia 17 tahun dan masyarakat penerima manfaat bantuan sosial (bansos).
Menurut Dian, kepemilikan rekening formal sejak usia 17 tahun menjadi pintu masuk penting untuk membangun kebiasaan menabung serta melakukan transaksi keuangan secara aman sejak dini. Sementara itu, bagi penerima bansos, langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperluas akses keuangan formal dan memastikan penyaluran bantuan sosial berlangsung secara efektif, efisien, transparan, serta tepat sasaran melalui skema langsung ke rekening (direct-to-account).
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kendati mendukung percepatan program tersebut, OJK menegaskan bahwa perbankan dilarang mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Bank pelaksana tetap memiliki kewajiban penuh untuk menerapkan prosedur identifikasi nasabah (know your customer/KYC) sesuai regulasi yang berlaku.
Agar proses verifikasi berjalan lancar dan aman, pembukaan rekening dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan integrasi data kependudukan digital yang tervalidasi bersama Dukcapil dan e-KTP. Dian juga menambahkan bahwa koordinasi yang erat antara Pemerintah, Bank Indonesia (BI), OJK, dan industri perbankan sangat diperlukan dalam merumuskan kerangka regulasi serta petunjuk teknis pelaksanaan program.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Upaya perluasan kepemilikan akun bank ini turut diiringi pertumbuhan simpanan perbankan nasional. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), total rekening simpanan tercatat telah mencapai 701,48 juta akun per Juli 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 8,9 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd).






